search

Daerah

Dewan Adat Dayakibu kota negarakaltimYakobus Kumis

Sambut Ibu Kota Negara, Dewan Adat Dayak Kaltim Minta Pemerintah Perhatikan Ini

Penulis: Topan
Minggu, 02 Februari 2020 | 1.967 views
Sambut Ibu Kota Negara, Dewan Adat Dayak Kaltim Minta Pemerintah Perhatikan Ini
Pelantikan Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur, Sabtu (1/2)

Presisi – Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Yakobus Kumis menyebut tujuan digelarnya Pelantikan Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar di Lamin Etam, Kantor Gubernur Kaltim pada Sabtu (1/2) adalah bagian persiapan masyarakat dayak dalam menyambut kehadiran ibu kota negara (IKN).

Karena nantinya kaltim merupakan tempat atau pusat pemerintahan ibu kota negara (IKN), itu yang kami tekankan kepada para pengurus dan fungsionaris DAD Kaltim," tutur Yakobus.

Selain dihadiri oleh pengurus MADN dan DAD se-nasional. Pelantikan MADN ini dihadiri pula oleh sejumlah pejabat tinggi daerah seperti Gubernur Kaltim Isran Noor, Walikota Samarinda Syaharie Jaang dan para tokoh politik dan tokoh masyarakat lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Yakobus juga meminta agar masyarakat Dayak selalu solid dan kompak menjadi ujung tombak perjuangan masyarakat di Kaltim. Utamanya, memperjuangkan hak-hak masyarakat Dayak.

Foto : Yakobus Kumis, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN).

“Akan banyak persoalan yang akan kita hadapi. Kita tidak menolak ibu kota, tapi paling tidak masyarakat Dayak di Kaltim telah bersiap menghadapi persaingan secara kompetitif,” pungkasnya.

Yakobus tak menampik, status baru Kaltim sebagai IKN nantinya menarik perhatian masyarakat luar untuk datang mencari peluang. Olehnya, kembali di tegaskan Yakobus kesiapan sumber daya manusia (SDM) amat penting untuk dipersiapkan dari saat ini.

“Persiapannya itu paling tidak SDM kami mampu bersaing dengan mempunyai keterampilan, ya apa saja lah, bisa bikin kue kah, bisa nyupir kah ya terserah, asal jangan sampe terkucilkan,” contohnya.

Guna memastikan hak-hak masyarakat terpenuhi, Yakobus juga meminta pemerintah pusat untuk dapat membuat aturan hukum yang tepat. Pengembangan infrastruktur penunjang peningkatan SDM juga tak kalah penting untuk disiapkan pemerintah.

“Misalnya mendirikan sekolah yang berbasis kerja, keterampilan seperti SMK, apakah dari segi tekhnik, perkebunan, dari segi pertanian, perikanan ataupun keterampilan dari segi jasa, sehingga itu meminimalisir timbulnya gesekan-gesekan persaingan," harapnya.

Foto : Jemri Sangir (kiri) dan Violitha Yusthina (kanan)

Mewakili salah satu anggota DAD Kaltim, Jemri Sangir dari kalangan muda turut menyoroti pentingnya pendidikan tinggi bagi peningkatan SDM di Bumi Etam, Kaltim. Menurutnya stimulan pendidikan terhadap para pelajar di Kaltim harus ditingkatkan, guna mengisi ruang kompetisi di IKN.

“Di Kaltim sendiri mungkin masih sangat banyak masyarakat kita yang mengenyam pendidikan hanya sampai tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Bukan saya mau meremehkan level pendidikan seseorang, tapi tentu akan lebih baik jika kita punya banyak SDM asli Kaltim yang menyandang gelar sarjana, Magister, Doktor hingga Profesor,” tuturnya.

Lagi dikatakan Jemri, kebutuhan Kaltim utamanya masyarakat Dayak di ruang pendidikan amatlah tinggi. Tidak sekadar mendukung jenjang karir, namun untuk mengisi ruang-ruang profesi yang dibutuhkan dalam menyambut IKN ini.

“Sebab itulah saya bersama saudara-saudara saya berserta orang tua kami di DAD Kaltim akan mendorong pemerintah untuk serius menyediakan biaya siswa pendidikan tinggi di Kaltim,” pungkasnya.

Disisi lain, daya kreatifitas anak muda juga disebut Violitha Yusthina mewakili suara anak muda Dayak patut diperhatikan. Keterlibatan anak muda Dayak dalam ruang diskusi dan organisasi adalah salah satu cara untuk menempa kesiapan SDM.

“Sebagai anak muda di Kaltim, kita memang harus terus mempunyai semangat yang kuat untuk mau belajar, mau berorganisasi, terutama di organisasi DAD ini, kita pun mengharapkan orang tua kita, baik di rumah dan yang ada di organisasi ini mampu memberikan wejangan yang baik buat kami,” sebutnya.

Itu disampaikan Violitha agar kreatifitas anak muda Dayak di Kaltim semakin di perhatikan, guna menjadi bekal bagi para penerus selain pendidikan, moral dan etika.