search

Daerah

pilkada samarindabakal calon walikotabedah visi misi walikotapwi kaltimpersatuan wartawan indonesiapokjawalhijatam kaltim

Jelang Pilkada Samarinda, PWI Kaltim Agendakan Bedah Visi Misi Bakal Calon, Hadirkan Panelis Vokal

Penulis: Yusuf
Jumat, 17 Januari 2020
Jelang Pilkada Samarinda, PWI Kaltim Agendakan Bedah Visi Misi Bakal Calon, Hadirkan Panelis Vokal
Bedah visi misi Bakal Calon Pemimpin Samarinda yang diselenggarakan oleh PWI Kaltim pada 26 Januari 2019 di Hotel Selyca Mulia,Samarinda.

Presisi – Jelang Pilkada Samarinda, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim), agendakan bedah visi misi Bakal Calon Walikota Samarinda pada Minggu (26/1) mendatang bertempat di Hotel Selyca Mulia, Samarinda.

Dikatakan Ketua Panitia, Muhammad Yusuf bedah visi misi pada kontestasi Pilkada Samarinda ini, menargetkan 10 Bakal Calon Pemimpin Samarinda selanjutnya. Selain itu, beberapa panelis dari unsur organisasi kemasyarakatan dan akademisi juga diagendakan akan turut meramaikan bedah visi misi ini.

“Kami agendakan panelis dari beberapa unsur LSM. Ada dari Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) Kaltim, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Kelompok Kerja (Pokja) 30, serta dua dosen dari Universitas Mulawarman Samarinda, yakni Chairul Anwar untuk aspek ekonomi, serta Herdiansyah Hamzah atau kerap disapa Castro dari sisi lainnya,” ucap Muhammad Yusuf, Jumat (17/1).

Lanjut dikatakan Yusuf, dengan diselenggarakannya bedah visi ini, diharapkan bisa menjadi perpanjangan tangan publik, untuk mengetahui kesiapan masing-masing bakal calon, untuk memimpin Kota Tepian di masa mendatang.

Menurutnya, ruang pembangunan Samarinda sebagai salah satu Kota Penyangga ibu kota negara (IKN), tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Oleh karena itu, penting bagi PWI Kaltim, turut ambil bagian, agar visi misi bakal calon yang disampaikan nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

“Nantinya, Samarinda bakal menjadi salah satu kota penyangga IKN, selain Balikpapan. Perlu pemimpin yang harus memiliki visi misi jelas. Bagaimana memperjelas visi misi itu, haruslah dikaji secara akademis, kemudian diketahui lebih rinci oleh publik,” terang Yusuf.

Kalau hanya melalui baliho, semua bakal calon juga bisa, tetapi menyampaikan apa yang mereka akan lakukan untuk Samarinda di hadapan para panelis, itu yang ingin kami berikan ke publik, sambungnya.

Dengan target 10 Bakal Calon, Yusuf berharap kesempatan ini dapat dimaksimalkan oleh seluruh kandidat yang akan hadir berpartisipasi. Menurutnya, ruang akademik yang dibukakan oleh PWI tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Samarinda saja, melainkan bermanfaat pula bagi seluruh kandidat.

“Masih ada waktu untuk mengevaluasi visi dan misi yang diusung jika tidak tepat sasaran. Jangan sampai, janji-janji politik yang digaungkan nantinya tak dapat diwujudkan, nanti masyarakat yang rugi,” terangnya.

Seperti diketahui, selain persoalan banjir yang menahun, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur ini dikatakan Yusuf, memiliki beragam persoalan lain yang diharapkan mampu dituntaskan oleh pemimpin di masa mendatang.

“Selain banjir, persoalan tata kota dan parkir liar adalah tugas rumah untuk pemimpin yang akan datang. Apalagi akan jadi penyangga IKN. Ini adalah aset bagi Kaltim. Kalau tidak dipimpin oleh sosok yang visioner dan berani. Samarinda akan tetap miliki masalah sama. Untuk itu kami ingin ajak mereka untuk buktikan visi misi itu,” tegasnya.