Komisi III DPRD Samarinda Dorong Penanganan Banjir Dilakukan Secara Komprehensif
Penulis: Muhammad Riduan
2 jam yang lalu | 0 views
Ilustrasi banjir di Samarinda.
Samarinda, Presisi.co - Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Arif Kurniawan, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan penanganan banjir secara komprehensif dan terintegrasi menyusul masih munculnya genangan di sejumlah titik jalan saat hujan turun.
Menurut Arif, pembangunan drainase tidak cukup hanya dilakukan secara parsial tanpa memperhatikan sistem aliran air secara menyeluruh.
“Pemkot perlu mengkaji penanganan banjir secara komprehensif. Jangan sporadis, bikin parit di satu titik tapi sodetannya tidak dibuat atau tidak tembus,” ujar Arif kepada awak media, Senin 25 Mei 2026.
Ia menilai pembangunan drainase harus disertai kajian teknis yang matang, mulai dari elevasi saluran, arah aliran air, hingga keberadaan folder atau tampungan air agar sistem pengendalian banjir dapat berjalan maksimal.
“Tidak hanya parit saja, tapi juga harus dilihat elevasinya, foldernya, dan secara teknis memungkinkan atau tidak,” katanya.
Meski demikian, Arif mengakui beberapa wilayah di Samarinda kini mengalami perbaikan karena genangan yang sebelumnya bertahan lama kini lebih cepat surut.
Namun, menurutnya kondisi curah hujan tinggi dan pasang air sungai atau rob juga menjadi faktor yang memengaruhi munculnya genangan di sejumlah kawasan.
“Kalau hujan deras dengan debit air besar, ditambah pasang, memang ada daerah tertentu yang tetap tergenang. Jadi tidak bisa digeneralisasi semuanya karena drainase,” jelasnya.
Ia mencontohkan kawasan sekitar Hotel Senyiur dan Masjid Darussalam yang sempat terdampak genangan akibat kombinasi hujan dan pasang air.
Selain pembangunan drainase baru, Arif juga menekankan pentingnya normalisasi saluran air secara rutin melalui pengerukan sedimentasi.
Menurutnya, sedimentasi di Samarinda cukup tinggi akibat aktivitas galian dan tanah urug yang masuk ke saluran drainase.
“Jangan hanya dibangun dan dilebarkan, tapi pengerukan dan normalisasinya juga harus rutin dianggarkan,” tegasnya.
Arif juga menyoroti kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan yang turut memperparah persoalan banjir. Ia menyebut pernah ditemukan tumpukan botol minuman di saluran drainase kawasan Air Hitam.
Karena itu, ia menegaskan penanganan banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
“Penanganan banjir ini bukan hanya tugas pemkot, tapi kita semua,” pungkasnya.(*)