Persib Bandung Kirim Sinyal ke Prancis, Dari Jersey ke Mimpi Piala Dunia
Penulis: Novia Intan Nur Ramadhani
1 jam yang lalu | 11 views
Jersey resmi Persib Bandung dengan nomor punggung 10 diserahkan ke Dubes Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone. (Presisi.co/Novia)
Jakarta, Presisi.co - Klub kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung, menyerahkan jersey resmi kepada Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, sebagai simbol penguatan hubungan bilateral kedua negara melalui olahraga, khususnya sepak bola. Jakarta, Selasa, (24/03/26).
Penyerahan jersey ini menjadi bagian dari upaya mempererat kerja sama antara Indonesia dan Prancis yang sebelumnya telah terjalin di berbagai sektor. Dalam kesempatan tersebut, Fabien Penone menegaskan bahwa hubungan kedua negara terus berkembang, termasuk di bidang olahraga.
“Tahun lalu Presiden Emmanuel Macron melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa kerja sama ini juga diperkuat melalui olahraga, termasuk sepak bola,” ujar Penone.
Ia menjelaskan, pemerintah Prancis bersama otoritas Indonesia serta Komite Olimpiade Nasional Indonesia telah meluncurkan sejumlah inisiatif. Salah satunya adalah pengiriman pemuda Indonesia, baik pria maupun wanita, untuk mendapatkan pengalaman di luar negeri serta pengembangan program pemain dan pelatih, termasuk di sektor sepak bola wanita.
Penone menambahkan, kerja sama olahraga menjadi salah satu fokus penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Selain bidang keamanan, budaya, dan inovasi, olahraga dinilai mampu menjadi jembatan yang efektif dalam mempererat hubungan masyarakat kedua negara.
“Kami ingin bekerja sama dengan federasi olahraga, termasuk klub-klub. Hari ini sepak bola, dan kami berharap kerja sama ini terus berkembang. Panjang umur Persib Bandung,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Persib Glenn Timothy Sugita mengungkapkan bahwa kehadiran pemain asal Prancis di dalam skuad memberikan dampak positif bagi tim. Ia menyebut dua pemain Prancis yang saat ini memperkuat Persib, yakni Andrew dan Layvin, membawa energi baru di ruang ganti.
“Kami belum pernah memiliki pengalaman dengan pemain Prancis sebelumnya, tetapi semua orang menyukai mereka. Mereka membawa energi positif ke tim,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan dapat berlanjut dalam jangka panjang, termasuk peluang mendatangkan lebih banyak pemain asal Prancis ke Persib.
Lebih jauh, ia juga menyinggung harapan besar terhadap perkembangan sepak bola Indonesia agar bisa menembus ajang dunia.
“Kami berharap Indonesia bisa mengikuti Prancis dan suatu hari bermain di Piala Dunia. Mungkin empat tahun lagi,” ucap Glenn optimistis.
Tokoh sepak bola Prancis, Patrick Vallée, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai sepak bola memiliki kekuatan besar dalam menyatukan berbagai pihak dari seluruh dunia, termasuk dalam membuka peluang kerja sama bisnis.
“Sepak bola adalah permainan luar biasa yang membuat orang-orang menjadi teman di seluruh dunia. Dari sana, kerja sama bisa dimulai,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan pemain asal Prancis, Layvin Kurzawa. Ia mengaku senang bisa berada di Indonesia dan siap berkontribusi dalam pengembangan sepak bola nasional.
“Jika kami bisa membantu mempromosikan sepak bola di Indonesia, itu adalah sebuah kehormatan bagi kami,” katanya.
Pemain Persib lainnya, Andrew, juga mengungkapkan rasa nyaman bermain di Indonesia meski sempat mengalami masa adaptasi yang cukup sulit di awal kedatangannya. Ia optimistis performanya akan semakin meningkat bersama tim.
Kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa sepak bola tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga alat diplomasi yang mampu mempererat hubungan antarnegara. Kolaborasi antara Persib Bandung dan Prancis diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih luas di masa depan. (*)