Penulis: Umar Daud Muhammad
Tenggarong, Presisi.co — Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara mulai mengintensifkan sosialisasi imunisasi anak kepada masyarakat menyusul munculnya sejumlah kasus suspek Campak di beberapa wilayah.
Hasil penelusuran petugas kesehatan menunjukkan sebagian kasus terjadi pada anak yang belum memperoleh imunisasi secara lengkap. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko anak terpapar penyakit campak.
Ketua Tim Kerja Survei Kasus, Imunisasi dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (SIPKLB) Dinkes Kukar, Hamdana Yunisar, menegaskan imunisasi merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit sekaligus memberikan perlindungan kesehatan bagi anak sejak dini.
Menurutnya, melalui imunisasi dasar, anak dapat terlindungi dari berbagai penyakit menular yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Karena itu, orang tua diminta memeriksa kembali kelengkapan imunisasi anak melalui buku KIA atau buku kesehatan ibu dan anak yang biasa dibawa saat kegiatan posyandu. Jika masih ada imunisasi yang belum diberikan, masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
“Tolong segera dilengkapi dengan mendatangi petugas kesehatan yang berada di dekat tempat tinggalnya. Lengkapi segera sebelum dia berusia lima tahun atau 59 bulan,” ujar Hamdana pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak menunda pemberian imunisasi karena vaksinasi merupakan perlindungan dasar terhadap berbagai penyakit menular.
“Ada 11 penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Jadi kami berharap masyarakat sadar bahwa bukan hanya campak saja yang perlu diwaspadai, tetapi juga penyakit lain yang dapat dicegah melalui imunisasi,” tambahnya.
Secara khusus, imunisasi campak dianjurkan diberikan pertama kali saat anak berusia sembilan bulan. Vaksinasi tersebut kemudian dilanjutkan pada usia 18 bulan guna memperkuat perlindungan terhadap virus campak.
Selain itu, imunisasi campak kembali diberikan ketika anak memasuki kelas 1 sekolah dasar. Program ini biasanya dilaksanakan setiap Agustus bersamaan dengan kegiatan pemberian vitamin A bagi anak sekolah.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi semakin meningkat sehingga anak-anak dapat terlindungi dari campak maupun berbagai penyakit lain yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini.



