search

Berita

KM Dahliya F3Kapal Penumpang TenggelamMuara KamanPenumpang KapalKapal Taksi

Detik-detik KM Dahliya F3 Tenggelam di Sungai Mahakam, 52 Penumpang Selamat

Penulis: Umar Daud Muhammad
2 jam yang lalu | 0 views
Detik-detik KM Dahliya F3 Tenggelam di Sungai Mahakam, 52 Penumpang Selamat
Detik-detik KM Dahliya F3 Tenggelam di Sungai Mahakam. (HO/Polsek Muara Kaman)

Tenggarong, Presisi.co — Kapal taksi penumpang KM Dahliya F3 rute Samarinda–Long Bagun tenggelam di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di alur Ulak Besar, Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis 12 Februari 2026 sekitar pukul 16.00 Wita. Sebanyak 52 orang di atas kapal dipastikan selamat.

Kapolsek Muara Kaman, IPTU Gede Wijaya, mengatakan kapal berangkat dari Samarinda pukul 07.00 Wita menuju Long Bagun dengan membawa sembako sekitar 15 ton, enam unit sepeda motor, serta puluhan penumpang.

“Total ada 52 orang, terdiri dari nahkoda, 10 anak buah kapal, dan 42 penumpang. Seluruhnya selamat,” ujarnya, Jumat 13 Februari 2026.

KM Dahliya F3 merupakan kapal taksi sungai berbahan besi dan kayu ulin dengan panjang 33 meter dan lebar 3,9 meter. Kapal dinakhodai Hendra (40), warga Muara Bedangaq, Kutai Barat.

Berdasarkan keterangan saksi sekaligus ABK, kapal mengalami kesulitan kendali saat melintasi arus deras di Ulak Besar. Diduga terjadi pergeseran titik berat akibat muatan berlebih dan tidak seimbang, sehingga kapal berputar, miring ke kanan, lalu kemasukan air hingga karam.

“Setelah berputar sempat lurus, tapi kemudian oleng dan tidak bisa dikendalikan,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Empat penumpang sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas Muara Kaman, terdiri dari tiga orang mengalami syok dan satu penumpang kedinginan.

Kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp1,5 miliar, mencakup kapal beserta mesin, muatan sembako, serta enam sepeda motor yang ikut tenggelam.

Petugas Polsek Muara Kaman bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Kalimantan Timur turun ke lokasi untuk evakuasi, pengumpulan keterangan saksi, serta pemeriksaan terhadap nahkoda dan kru.

“Penyebab sementara karena kelebihan kapasitas, arus deras, dan pergeseran titik berat kapal,” tegas Kapolsek.

Seluruh penumpang saat ini telah dievakuasi dan berada di rumah Camat Muara Kaman, sementara penyelidikan masih berlangsung. (*)

Editor: Redaksi