search

Daerah

Laboratorium DLH SamarindaPemkot SamarindaSuwarsoSaefuddin Zuhri

Wawali Dorong Laboratorium DLH Samarinda Mandiri dan Berkontribusi ke PAD

Penulis: Muhammad Riduan
2 jam yang lalu | 0 views
Wawali Dorong Laboratorium DLH Samarinda Mandiri dan Berkontribusi ke PAD
Laboratorium DLH Samarinda.(Presisi.co/Muhammad Riduan)

Samarinda, Presisi.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendorong Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda agar dapat beroperasi secara mandiri dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Laboratorium DLH Samarinda ini berlokasi di kawasan Kantor DLH Samarinda, Jalan MT Haryono, Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. Ia berharap laboratorium tersebut ke depan mampu menjalankan fungsi dan tugasnya secara optimal. 

Menurutnya, jika seluruh perizinan dan akreditasi telah rampung, laboratorium DLH tidak hanya berperan sebagai penunjang teknis, tetapi juga berpotensi menjadi sumber PAD bagi Kota Samarinda.

“Insyaallah lab ini ke depan bisa mandiri. Mandiri dalam arti mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Kalau sudah berjalan baik, perizinannya aman, ini bisa menjadi PAD untuk Kota Samarinda,” ungkapnya kepada Presisi.co, Senin 19 Januari 2026.

Ia menjelaskan, laboratorium DLH memiliki fungsi multifungsi dengan sekitar 21 parameter pengujian yang dapat dilakukan. Saat ini, jumlah tenaga laboratorium tercatat sebanyak sembilan orang. Meski masih terbatas, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) akan ditambah secara bertahap seiring pengembangan layanan laboratorium.

Sementara itu, Plt Kepala DLH Samarinda, Suwarso menyampaikan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan operasional laboratorium meski peralatan yang tersedia baru sekitar 85 persen. Namun demikian, peralatan tersebut sudah dapat digunakan untuk melakukan pengujian terhadap 21 parameter, khususnya terkait kualitas air dan air limbah.

“Tim sudah bergerak cepat. Walaupun peralatannya belum 100 persen, laboratorium ini sudah bisa menganalisis dan menguji kualitas air serta air limbah,” jelasnya.

Guna mempercepat operasional, DLH telah menerbitkan surat keputusan (SK) penugasan tenaga fungsional laboratorium. Langkah tersebut dilakukan sambil berjalan paralel dengan proses pengurusan izin dan akreditasi ke Kementerian Lingkungan Hidup.

“SK Kepala Dinas sudah, tapi bukan untuk struktural guna mengoptimalkan tenaga profesional yang ada atau fungsional. Di sisi lain, proses akreditasi juga terus berjalan. Harapannya, laboratorium ini bisa beroperasi optimal dan ke depan mampu membiayai dirinya sendiri,” ungkapnya.

Suwarso juga menyebutkan, laboratorium DLH Samarinda nantinya akan dibuka untuk umum. Layanan pengujian dapat dimanfaatkan oleh perusahaan, puskesmas, maupun pelaku usaha lainnya yang membutuhkan uji lingkungan sesuai ketentuan.

“Ke depan, semua kegiatan usaha yang membutuhkan pengujian lingkungan bisa dilayani di sini,” katanya.

Saat ini, DLH Samarinda juga tengah menyiapkan telaah untuk diajukan kepada Wali Kota Samarinda terkait pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium. Pembentukan UPTD tersebut dinilai penting guna memperkuat kelembagaan serta memperluas pengembangan laboratorium, termasuk penambahan tenaga profesional sesuai kebutuhan. (*)

Editor: Redaksi