search

Berita

Pasar PagiPUPR SamarindaHujan LebatPasar di Samarinda

PUPR Samarinda Jelaskan Soal Tempias Air Hujan di Pasar Pagi

Penulis: Muhammad Riduan
1 hari yang lalu | 288 views
PUPR Samarinda Jelaskan Soal Tempias Air Hujan di Pasar Pagi
Kondisi terkini di Pasar Pagi Samarinda. (Presisi.co/Riduan)

Samarinda, Presisi.co — Kejadian masuknya air hujan atau tempias ke salah satu lantai bangunan Pasar Pagi Samarinda yang sempat viral di media sosial mendapat penjelasan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda.

Kepala Dinas PUPR Samarinda, Desy Damayanti menjelaskan bahwa kejadian tersebut dipengaruhi oleh kondisi hujan yang disertai angin kencang dari arah tertentu, yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam perencanaan awal bangunan.

“Dalam perencanaan struktur, kami tidak menghitung posisi air hujan yang masuk dari sudut samping akibat dorongan angin besar seperti itu,” ucapnya, diwawancarai Senin 5 Januari 2026.

Ia menjelaskan, area yang mengalami tempias berada di sisi kanan bangunan yang menghadap Jalan Pandai. Pada sisi tersebut, kondisi bangunan di sekitarnya masih terbuka sehingga angin kencang dapat langsung membawa air hujan masuk ke dalam bangunan.

“Di sisi kanan bangunan, anginnya memang cukup signifikan karena bangunan di sebelahnya masih kosong. Berbeda dengan sisi kiri yang banyak bangunan, sehingga tidak terjadi tempias,” jelasnya.

Desy karibnya menegaskan, fenomena tempias tersebut tidak terjadi setiap kali hujan turun, melainkan hanya pada kondisi tertentu ketika hujan deras disertai angin kencang dari arah samping.

Terkait opsi penanganan, ia menyebutkan pemasangan kanopi sebenarnya bisa menjadi solusi, namun menimbulkan persoalan dari sisi estetika dan teknis.

“Kalau dipasang kanopi di satu sisi saja, bangunan tidak akan simetris dan secara estetika kurang bagus. Selain itu, kanopi juga berpotensi mengalirkan air hujan ke bangunan di sisi lain dan menimbulkan masalah baru,” terangnya.

Opsi lain seperti menutup sisi bangunan juga masih dikaji karena berpotensi mengurangi pencahayaan alami di dalam pasar. Oleh karena itu, PUPR Samarinda akan melakukan evaluasi lanjutan bersama tim teknis sebelum menentukan langkah terbaik.

“Nanti akan kami bahas dulu bersama tim teknis, lalu kami sampaikan dan presentasikan ke TAPD serta Bapak Wali Kota,” pungkasnya. (*)

Editor: Redaksi