search

Daerah

Pemprov KaltimSri WahyuniPemangkasan AnggaraDana Bagi Hasil

Dana dari Pusat Dipangkas, Pemprov Kaltim Andalkan Swasta untuk Jaga Ekonomi Daerah

Penulis: Akmal Fadhil
Jumat, 10 Oktober 2025 | 576 views
Dana dari Pusat Dipangkas, Pemprov Kaltim Andalkan Swasta untuk Jaga Ekonomi Daerah
Sekda Kaltim, Sri Wahyuni. (Istimewa)

Samarinda, Presisi.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menggeser fokus penguatan ekonomi daerah dari ketergantungan pada anggaran pusat ke peningkatan investasi swasta. Langkah ini ditempuh menyusul proyeksi pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang diperkirakan mencapai Rp14,6 triliun pada tahun 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa keterlibatan sektor swasta menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah di tengah keterbatasan fiskal.

“Investasi adalah strategi utama Pemprov Kaltim untuk mengisi celah fiskal. Melalui investasi, tercipta lapangan kerja, pertumbuhan perdagangan, hingga peningkatan ekspor yang menopang ekonomi lokal,” ujar Sri Wahyuni dalam pembukaan Mahakam Investment Forum (MIF) di Balikpapan, Kamis 9 Oktober 2025.

Ia menyebutkan bahwa Pemprov secara aktif mendorong iklim investasi yang ramah dan terbuka, termasuk melalui penyederhanaan perizinan, promosi potensi daerah, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai sektor.

Dalam forum investasi tersebut, sejumlah proyek strategis kembali ditawarkan kepada calon investor, di antaranya:

 • Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK)

 • Kawasan industri Bontang

 • Industri pengolahan hasil tambang dan migas

 • Proyek pengelolaan sampah menjadi energi di Balikpapan

Sri Wahyuni menyebut minat investor terhadap proyek pengolahan sampah cukup tinggi.

“Beberapa investor mengajukan kebutuhan pasokan limbah hingga 600 ton per hari untuk diolah menjadi energi. Ini peluang besar yang sedang kita kawal bersama pemerintah kota dan mitra teknis,” jelasnya.

Pemprov juga mengapresiasi dukungan Bank Indonesia (BI) dalam memperkuat jaringan investasi lewat program Regional Investment Relation Unit (RIRU). Program ini dinilai efektif mempertemukan peluang lokal dengan jejaring investor nasional maupun global.

“Ini ketiga kalinya kegiatan seperti ini digelar dengan dukungan BI. Tidak hanya soal promosi, tapi membangun ekosistem investasi yang terstruktur dan berkelanjutan,” tambahnya. (*)

Editor: Redaksi