Penulis: Muhammad Riduan
Samarinda, Presisi.co – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 di Samarinda diwarnai aksi unjuk rasa ratusan massa yang tergabung dalam Komite Rakyat Berlawan Kaltim. Aksi berlangsung di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gadjah Mada, pada Kamis, 1 Mei 2025.
Para demonstran membawa berbagai spanduk bertuliskan kritik dan seruan keras terhadap kondisi buruh saat ini. Beberapa di antaranya berbunyi “Buruh Bersatu Lawan Oligarki”, “Awak Kapal Indonesia Butuh Standar Upah Minimum Nasional”, dan “May Day Is Our”.
Juru bicara aksi, Yoyok Sudarmanto, mengatakan bahwa sistem ekonomi kapitalistik saat ini telah gagal menjamin kesejahteraan rakyat. Ia menilai, pembangunan hanya menjadi dalih untuk melanggengkan eksploitasi terhadap kelas pekerja.
“Kapitalisme global gagal menciptakan kemakmuran. Kelas pekerja justru menjadi tumbal demi menyelamatkan krisis yang terus berulang,” tegas Yoyok.
Ia juga menyoroti fenomena kerja fleksibel atau gig economy yang makin meluas, namun minim perlindungan sosial dan menciptakan ketidakpastian kerja. Menurutnya, May Day bukan sekadar seremoni, melainkan momen perlawanan untuk menguatkan posisi pekerja dalam perubahan sosial.
“May Day adalah pengingat bahwa kelas pekerja merupakan kekuatan utama perubahan sosial,” ujarnya.
Dalam aksi ini, Komite Rakyat Berlawan Kaltim menyuarakan 20 tuntutan, yakni:
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan dari aparat kepolisian. Para buruh berharap suara mereka mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat, khususnya dalam memperbaiki kebijakan ketenagakerjaan yang dinilai masih timpang. (*)
Editor: Redaksi




