search

Berita

May DayMay Day 2026Peringatan Hari BuruhRefleksi Hari Buruh

Kemajuan Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Pekerja

Penulis: Muhammad Riduan
Sabtu, 02 Mei 2026 | 97 views
Kemajuan Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Pekerja
Anggota Bidang Kepedulian Sosial DEMA PTKIN Kalimantan, Naena Aora Fadillah.

Samarinda, Presisi.co – Peringatan Hari Buruh atau May Day kembali menjadi momentum refleksi terhadap kondisi pekerja saat ini. Kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) Kalimantan menilai, kemajuan pembangunan belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan kesejahteraan pekerja.

Anggota Bidang Kepedulian Sosial DEMA PTKIN Kalimantan, Naena Aora Fadillah menyampaikan bahwa sejarah panjang perjuangan buruh sejatinya tidak hanya berbicara soal ekonomi, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan.

Menurutnya, meskipun bentuk permasalahan ketenagakerjaan saat ini telah berubah, substansi persoalan masih tetap sama. Banyak pekerja masih menghadapi tekanan kerja tinggi, ketidakpastian ekonomi, hingga minimnya perlindungan kesejahteraan.

“Ini menunjukkan bahwa pembangunan yang berjalan belum sepenuhnya berpihak kepada pekerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan ketenagakerjaan perlu dilihat secara lebih luas. Tekanan kerja yang berlebihan tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental pekerja, seperti meningkatnya stres dan burnout.

Selain itu, di sejumlah sektor, pekerja juga menjadi kelompok yang paling rentan terhadap dampak kerusakan lingkungan dan kondisi kerja yang tidak aman.

DEMA PTKIN Kalimantan menilai, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa sistem dan kebijakan ketenagakerjaan masih memerlukan perbaikan. Peran pemerintah dan pemangku kebijakan dinilai penting untuk menghadirkan regulasi yang lebih berpihak pada pekerja, baik dalam aspek perlindungan, kesejahteraan, hingga jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.

“Ini bukan hanya soal regulasi, tetapi juga tentang keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap kondisi pekerja saat ini.

Selama keadilan dan kesejahteraan belum dirasakan secara merata, perjuangan buruh dinilai masih belum selesai.(*)

Editor : Redaksi