search

Daerah

rusmadi wongsopilwali samarindapdi perjuangan

Rusmadi Wongso Resmi Daftar Calon Wali Kota Samarinda di PDI Perjuangan

Penulis: Redaksi Presisi
Kamis, 16 Mei 2024 | 840 views
Rusmadi Wongso Resmi Daftar Calon Wali Kota Samarinda di PDI Perjuangan
Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso yang juga merupakan kader PDIP. (Dokumentasi/Gio)

Samarinda, Presisi.co - Rusmadi Wongso, yang kini menjabat sebagai wakil wali kota Samarinda, memberi sinyal bahwa dirinya tak lagi berpasangan dengan Wali Kota Samarinda, Andi Harun pada periode kedua.

Pada Rabu (15/5/2024) kemarin, Rusmadi mendaftarkan diri sebagai bakal calon (bacalon) wali kota ke Kantor DPC PDI Perjuangan Samarinda, Jalan Remaja, Sungai Pinang Dalam.

Rusmadi, yang selama memang dikenal selaku kader partai berlogo banteng dengan moncong putih itu, mengaku siap bertarung dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2024.

“Saya Rusmadi Wongso, dengan rendah hati dan keikhlasan, mendaftarkan diri sebagai calon wali kota Samarinda di PDI Perjuangan,” kata Rusmadi, usai mengembalikan formulir pendaftaran pilwali.

“Tentu, ini berangkat dengan niat yang ikhlas dengan semangat dalam rangka membangun Samarinda, kota yang kita cintai ini,” lanjutnya.

Sosok Rusmadi dikenal publik sebagai wakil wali kota, mendampingi Andi Harun, selama tiga tahun terakhir. Ia menjadi satu dari enam kandidat yang telah menyerahkan formulir pendaftaran ke DPC PDI Perjuangan Samarinda.

Kendati demikian, orang nomor dua di Samarinda itu, belum memberikan keterangan terkait nama yang bakal mendampinginya dalam kontestasi politik lima tahunan ini. Rusmadi menyebutkan, calon wakil wali kota yang akan ia pilih, mesti sejalan dengan visi dan misi yang disuarakannya.

“Saya akan menggandeng wakil wali kota yang satu visi, satu karakter agar bisa menjadi panutan dan contoh yang baik bagi warga," sebut Rusmadi.

Di antara visi dan misi yang jadi fokus Rusmadi, adalah pengembangan Samarinda sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Dalam konteks IKN, kita pahami bahwa Samarinda merupakan satu di antara tiga kota yang menjadi konsen pemerintah pusat dalam rangka untuk membangun ibu kota negara baru,” tuturnya.

Ia mengibaratkan Samarinda sebagai sebuah jantung. Jika jantung tersebut berhenti berdetak, maka akan timbul masalah dalam kehidupan di wilayah tersebut.

Ia juga menilai, Samarinda memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kota yang maju, berdaya saing tinggi, dan dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain.

“Intinya adalah, saya ingin membangun kota yang mampu memberikan kenyamanan, kesejahteraan, dan kebahagiaan lahir batin bagi semua warga,” lanjutnya. (*)