search

Daerah

andi harunPemkot SamarindaBantuanAngka Kemiskinan

Andi Harun Ingatkan Pejabat dan Orang Mampu Tidak Masuk Daftar Penerima Bantuan dan Dana Miskin

Penulis: Sonia
Senin, 08 April 2024 | 1.578 views
Andi Harun Ingatkan Pejabat dan Orang Mampu Tidak Masuk Daftar Penerima Bantuan dan Dana Miskin
Wali Kota Samarinda Andi Harun saat Berikan Sambutan Dalam Agenda Buka Puasa Bersama dan Penyerahan Paket Ramadhan Bahagia 5000 Mustahik di Masjid Raya (Sonia/Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co - Wali Kota Samarinda Andi Harun mengingatkan para pejabat dan warga Samarinda yang kategori mampu tidak dimasukkan ke dalam data penerima bantuan miskin.


Sejak era kepemimpinannya, tercatat jumlah orang miskin di Samarinda berkurang lebih 49 ribu dari 823 ribu jumlah penduduk, berdasarkan kriteria yang dibuat oleh pemerintah pusat.


"Saya memimpin Samarinda itu angkanya masih 9 persen dan sekarang sudah mencapai 5,3 persen,” katanya Senin, 8 April 2024.


Namun dia menyayangkan dari data persentase tersebut, ditemukan perilaku warganya yang kategori sangat mampu masuk list penerima bantuan miskin sejak lama, hal ini menghambat proses penindakan pengurangan jumlah kemiskinan.


Orang nomor satu di Samarinda itu memerintahkan Kepala Diskominfo untuk bekerjasama dengan mahasiswa Perguruan Tinggi dan masyarakat melakukan survei door to door, agar nama yang masuk dalam kategori miskin sesuai.

 
"Saya curiga, setelah saya perintahkan untuk data ulang ternyata benar dugaan saya data yang masuk banyak data yang bohong, ada pejabat yang masuk dalam daftar penerima bantuan tunai,” katanya.

 
Salah satu kategori yang masuk ke dalam data bantuan miskin ini adalah pejabat atau pegawai negeri yang memiliki dua rumah yakni rumah buruk dan rumah yang dihuni, yang dimasukkan ke dalam data miskin adalah rumah buruk.

 
"Perbuatan seperti ini seharusnya sejak bertahun-tahun lalu sudah dimusnahkan, karena ini hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang yang layak mendapatkannya,” tegasnya.

 
Kriteria keluarga miskin yang dimaksud adalah yang tidak mampu membiayai pendidikan anak, tidak mampu menikmati air bersih, tidak memiliki sarana huni yang layak dan jamban, hingga miskin karena tidak punya pekerjaan tetap dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.


Dia berharap kepada seluruh masyarakat maupun organisasi yang memiliki data yang akurat tentang keluarga miskin di Samarinda untuk membantu mensuplai informasi agar bantuan yang selama ini dikeluarkan pemerintah bisa tepat sasaran.


"Pekerjaan pemerintah kota ini menjadi jauh lebih baik, jika kita mempunyai warga yang memang benar-benar saling membantu, kurang berkecukupan itu bukan tanggung jawab suatu organisasi tetapi itu tanggung jawab kita semua,” tutupnya. (*)