search

Daerah

Rutan Samarinda Karhutla Samarinda Masker Gratis Samarinda Kakanwil Ditjenpas Kaltim

500 Porsi Makanan dan Masker Gratis Dibagikan Rutan Samarinda, Peduli Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla

Penulis: Muhammad Riduan
1 jam yang lalu | 0 views
500 Porsi Makanan dan Masker Gratis Dibagikan Rutan Samarinda, Peduli Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla
Petugas saat bagikan Masker Gratis.

Samarinda, Presisi.co – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda membagikan 500 porsi makan siang dan masker gratis kepada pengemudi ojek online (ojol) serta masyarakat yang melintas di sekitar rutan, Jumat (16/10/2026). Kegiatan bakti sosial ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Kalimantan Timur (Kaltim), Yan Rusmanto, mengatakan pembagian makanan tersebut awalnya menyasar pengemudi ojol. Namun, jumlah makanan yang disiapkan ditambah agar masyarakat umum yang melintas juga bisa mendapatkan makan siang gratis.

“Harapannya bukan hanya mereka (ojol) yang bisa kita beri, masyarakat lain yang lewat di sekitar Rutan Kelas I Samarinda juga bisa diberi kesempatan untuk makan siang gratis bersama,” kata Yan.

Selain makanan, petugas rutan turut membagikan masker kepada masyarakat untuk membantu mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan.

Yan mengatakan upaya menjaga kesehatan perlu dilakukan bersama, terutama ketika kualitas udara terdampak karhutla. Menurutnya, pembagian masker menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

“Kita berupaya bagaimana bukan hanya kita, tapi masyarakat juga sama-sama menjaga kesehatan,” ujarnya.

Kepala Rutan Kelas I Samarinda, Rachmad Tri Raharjo, menjelaskan kegiatan tersebut didukung anggaran bakti sosial, koperasi, serta swadaya petugas rutan. Program itu dikemas dalam kegiatan Jumat Berkah.

“Kami mengalokasikan dari anggaran bakti sosial, terlebih dari anggaran koperasi yang sudah ada. Kebetulan ada juga swadaya dari teman-teman petugas semuanya yang dimasukkan dalam kegiatan Jumat Berkah,” kata Rachmad.

Ia berharap kegiatan berbagi tersebut dapat berlangsung secara rutin, dengan target minimal satu kali setiap bulan.

“Target kami minimal satu bulan sekali. Karena ini event yang perdana, makanya kami mencoba seperti ini dan nanti kemungkinan akan kami lebih rutinkan lagi,” tuturnya.

Aktivitas Warga Binaan di Luar Ruangan Dibatasi

Di tengah kondisi kabut asap, Rutan Kelas I Samarinda juga menerapkan langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan warga binaan. Salah satunya dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, termasuk kegiatan olahraga dan pembinaan yang biasanya dilaksanakan di lapangan.

“Kami hanya membatasi kegiatan yang biasanya setiap pagi ada kegiatan pembinaan olahraga ataupun pembinaan kegiatan lain di luar. Kami lebih batasi agar tidak lebih terdampak efek karhutla ini,” jelas Rachmad.

Sebagai alternatif, kegiatan pembinaan lebih banyak dialihkan ke dalam gedung dan masjid. Pembinaan keagamaan serta kepribadian tetap dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi lingkungan.

Rutan Samarinda juga berkoordinasi dengan instansi kesehatan untuk memantau kondisi warga binaan. Pemeriksaan kesehatan rutin dan layanan pemeriksaan gratis dilakukan melalui kerja sama dengan puskesmas serta Dinas Kesehatan.

“Alhamdulillah, dari pihak puskesmas kebetulan juga selalu rutin mengadakan pemeriksaan kesehatan dan cek kesehatan gratis yang dilakukan dari kerja sama Dinas Kesehatan dengan kita. Sampai sekarang berjalan dengan baik,” pungkasnya.(*)

Editor : Redaksi