search

Siaran Pers

TAP Untuk NegeriPemberian Makanan Tambahanlayanan PosyanduPT Triputra Agro Persada TbkPT Etam Bersama Lestari

Dari Posyandu Kepedulian Terhadap Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini Oleh TAP Untuk Negeri

Penulis: Siaran Pers
1 jam yang lalu | 0 views
Dari Posyandu Kepedulian Terhadap Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini Oleh TAP Untuk Negeri
Pelayanan di Posyandu Desa Tepian Terap, Kabupaten Kutai Timur. (Sumber: Istimewa)

Presisi.co - Menjaga kesehatan anak tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, langkahnya sederhana: memastikan berat dan tinggi badan anak terpantau, imunisasi tidak terlewat, ibu hamil mendapatkan pemeriksaan, dan orang tua memiliki tempat untuk berkonsultasi mengenai tumbuh kembang buah hati.

Langkah sederhana ini sejatinya bertautan dengan agenda besar nasional sebagaimana ditegaskan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam peringatan Hari Gizi Nasional yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan RI. Untuk menuju Indonesia emas di 2045, dibutuhkan generasi penerus yang sehat dan pintar. Hal itu bisa terwujud, jika asupan nutrisi balita bisa tercukupi.

“Kalau anak-anak kita tidak sehat dan tidak pintar tidak mungkin Indonesia bisa jadi negara maju. Pak Presiden ingin kita menjadi Indonesia emas. Kalau ingin sehat dan pintar, anak-anaknya tidak boleh kekurangan nutrisi. Karena kalau kekurangan nutrisi pasti tidak bisa pintar ketika besarnya,” ucap Budi.

Hal-hal sederhana seperti itulah yang dilakukan secara rutin di Posyandu di Desa Tepian Terap dan Desa Pelawan, Kabupaten Kutai Timur. Bagi masyarakat setempat, Posyandu menjadi bagian dari keseharian untuk memastikan kesehatan ibu dan anak tetap terpantau sejak dini.

Kepedulian tersebut turut diperkuat melalui pendampingan PT Etam Bersama Lestari (EBL) anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP) yang menjalankan pilar kepedulian masyarakat melalui TAP Untuk Negeri. Dukungan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari perhatian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Pada 17 September 2026, misalnya, layanan Posyandu di kedua desa menjangkau 109 balita dan 23 ibu hamil. Selain pemeriksaan tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu, Sebanyak 45 balita juga mendapatkan imunisasi dasar. Para ibu datang membawa buah hati, bukan sekadar untuk menimbang berat badan atau mendapatkan imunisasi, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap fase tumbuh kembang anak terpantau sejak dini.

Yang menarik, dampak Posyandu tidak berhenti ketika pemeriksaan selesai. Di balik meja timbang, alat pemeriksaan, dan pemberian vaksin, ada proses yang jauh lebih penting: membangun kebiasaan masyarakat untuk mengenali kondisi kesehatan sejak awal.

Apresiasi atas kegiatan ini diberikan oleh Sekretaris Desa Pelawan, Faizal Ahmad, yang menurutnya dibutuhkan sinergi lintas institusi, untuk mendukung tercapainya kesehatan masyarakat di daerah ini.

“Kami sangat menghargai perhatian dan kerja sama yang telah diberikan PT EBL kepada Pemerintah Desa Pelawan dan kader Posyandu. Bantuan tersebut sangat bermanfaat dalam menunjang pelaksanaan kegiatan Posyandu sehingga dapat berjalan dengan lebih baik dan memberikan manfaat langsung bagi Masyarakat,” ujar Faisal.

Buah dari konsistensi ini terlihat dari catatan kesehatan desa, di mana tidak ditemukan kasus stunting (zero stunting) di Desa Tepian Terap maupun Desa Pelawan. Kondisi ini menjadi pijakan penting dalam upaya bersama mempertahankan kualitas tumbuh kembang anak sekaligus memastikan potensi risiko kesehatan dapat dikenali sedini mungkin.

Ketua Kader Posyandu Cahaya Senja Desa Pelawan, Sumiarti, A.Md.Keb. menuturkan bahwa dukungan yang diberikan turut membantu mereka memperluas manfaat layanan bagi masyarakat.

“Bantuan yang diberikan kami manfaatkan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam kegiatan Posyandu. Dukungan tenaga medis juga sangat membantu dalam pelayanan vaksinasi dan pemeriksaan ibu hamil. Kami berharap kerja sama dan dukungan dari PT EBL dapat terus berlanjut ke depannya,” ujar Sumiarti.

Hal senada disampaikan Nurhidayah Syam, Ketua Kader Posyandu Tepian Terap. Menurutnya, konsistensi program kesehatan yang dijalankan PT EBL memberikan dampak lebih dari sekadar meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Sinergi ini tidak hanya meningkatkan angka partisipasi kehadiran warga, tetapi juga memberikan dampak nyata pada deteksi dini risiko stunting di tingkat desa. Dengan adanya pemeriksaan gratis, kami dapat memantau tumbuh kembang anak secara lebih optimal. Kolaborasi antara kader dan tim medis PT EBL juga semakin memperkuat layanan kesehatan preventif bagi ibu dan balita,” ungkap Nurhidayah.

Bagi EBL, perhatian terhadap kesehatan masyarakat tidak harus selalu diwujudkan melalui program yang besar. Konsistensi dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat justru menjadi bagian penting agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Posyandu menjadi salah satu bentuk nyata dari pendekatan tersebut. Ketika layanan kesehatan dasar terus berjalan dan masyarakat semakin terbiasa memanfaatkannya, upaya menjaga kesehatan anak dapat dilakukan sejak awal, sebelum persoalan berkembang menjadi lebih besar.

Melalui TAP Untuk Negeri, dukungan terhadap kesehatan masyarakat khususnya untuk balita menjadi upaya untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional. Kegiatan ini bukan hanya sekali saja, tetapi melalui 

Sebab, membangun generasi yang sehat tidak selalu membutuhkan langkah yang besar. Kepedulian yang sederhana, ketika dilakukan terus-menerus dan dirasakan manfaatnya, dapat menjadi bagian penting dari perjalanan tumbuh kembang seorang anak.

Upaya tersebut terus dihadirkan guna membawa kontribusi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Karena, membangun Indonesia bukan hanya tentang apa yang tumbuh di atas tanah, tetapi juga tentang generasi yang tumbuh sehat di dalamnya.

 

 

 

Baca Juga