Pemagangan Nasional Jembatani Kompetensi Lulusan dan Industri
Penulis: Redaksi Presisi
Kamis, 08 Oktober 2026 | 104 views
Menaker RI Yassierli saat meninjau pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch 2 Angkatan II di PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Yogyakarta, Rabu (7/10/2026).
YOGYAKARTA, Presisi.co – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan Program Pemagangan Nasional menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri.
Hal itu disampaikan Yassierli saat meninjau pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch 2 Angkatan II di PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Yogyakarta, Rabu (7/10/2026).
Sebanyak 40 peserta mengikuti program pemagangan pada bidang Branding dan Marketing. Selama enam bulan, peserta mendapatkan pengalaman kerja sekaligus mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.
Peserta juga memperoleh uang saku selama masa pemagangan sesuai upah minimum kabupaten/kota.
“Ini program yang luar biasa. Pemerintah memberikan uang saku selama enam bulan sesuai upah minimum kabupaten/kota. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” kata Yassierli.
Ia meminta peserta tidak sekadar mengikuti program, tetapi memanfaatkan enam bulan masa pemagangan untuk belajar, mengasah kemampuan, dan menunjukkan kinerja terbaik.
Menurut Yassierli, pengalaman kerja yang diperoleh selama pemagangan dapat menjadi bekal penting bagi peserta ketika memasuki dunia kerja.
“Kalau kinerjanya baik dan kompetensinya sesuai, tentu peluang untuk diterima bekerja akan semakin besar,” ujarnya.
Namun, Yassierli menekankan keberhasilan program tidak hanya diukur dari apakah peserta langsung direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani pemagangan.
Menurutnya, program tersebut juga membuka kesempatan bagi peserta untuk membangun jaringan, memperoleh pengalaman kerja, serta memperluas akses menuju dunia kerja.
“Setelah magang, tidak semua peserta harus bekerja di tempat yang sama. Yang paling penting, masa enam bulan pemagangan ini dapat memberikan pengalaman dan meningkatkan kompetensi,” katanya.
Di sisi lain, perusahaan juga dapat memanfaatkan program tersebut untuk mengenali talenta yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Peserta yang memiliki kompetensi dan menunjukkan kinerja baik berpeluang menjadi calon tenaga kerja yang dapat direkrut.
“Perusahaan enggak perlu susah-susah mencari pekerja lain kalau sudah ada talenta yang bagus dari peserta magang, maka direkrut,” ujar Yassierli.
Program Pemagangan Nasional dengan demikian diarahkan tidak hanya sebagai sarana memberikan pengalaman kerja kepada lulusan perguruan tinggi, tetapi juga sebagai jembatan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan nyata industri. (*)