search

Berita

PCI Complexoperasi bypass jantungRSJPD Harapan KitaDokter Spesialis JantungOperasi DadaCABG

Disarankan CABG tapi Takut Operasi? Kenali PCI Complex Tanpa Belah Dada

Penulis: Siaran Pers
1 hari yang lalu | 0 views
Disarankan CABG tapi Takut Operasi? Kenali PCI Complex Tanpa Belah Dada
Ilustrasi. (Sumber: Istimewa)

Jakarta, Presisi.co - Sudah disarankan menjalani operasi bypass jantung atau CABG, tetapi usia sudah 70 tahun ke atas, memiliki gangguan fungsi ginjal, penyakit penyerta, atau mengalami infeksi menjelang operasi? Kini, pada pasien tertentu, ada pilihan penanganan melalui kateter yang tidak membutuhkan pembelahan dada, yaitu PCI Complex.

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan CABG (Coronary Artery Bypass Grafting) untuk membuat jalur baru bagi aliran darah melewati pembuluh yang tersumbat.

Namun, CABG merupakan operasi besar sehingga kondisi pasien perlu dipertimbangkan secara menyeluruh, terutama pada pasien lanjut usia atau yang memiliki penyakit penyerta.

Menurut Dr. dr. Isman Firdaus, Sp.JP(K), MPH, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Interventional Kardiologi dan Kritikal Kardiolog RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, pada pasien tertentu yang memiliki risiko operasi tinggi atau tidak bersedia menjalani CABG, pendekatan melalui kateter dapat menjadi salah satu pilihan.

“Kita tidak hanya melihat sumbatan di pembuluh darah, tetapi juga kondisi pasien secara keseluruhan, termasuk usia, fungsi ginjal, penyakit penyerta, kondisi infeksi, serta risiko tindakan,” jelas Dr. dr. Isman.

Apa Itu PCI Complex?

PCI (Percutaneous Coronary Intervention) merupakan tindakan untuk membuka penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah jantung menggunakan kateter.

Disebut PCI Complex karena dilakukan pada kasus yang lebih rumit, misalnya penyumbatan total, sumbatan yang panjang, pembuluh darah yang berkelok, kalsifikasi berat, atau penyumbatan pada percabangan pembuluh darah.

Berbeda dengan CABG, tindakan PCI dilakukan tanpa membelah dada. Kateter berukuran kecil dimasukkan melalui pembuluh darah, salah satunya melalui pergelangan tangan, kemudian diarahkan menuju pembuluh darah jantung yang mengalami penyumbatan.

Dengan bantuan teknologi pencitraan di Cath Lab, dokter dapat membuka sumbatan menggunakan teknik dan perangkat khusus sesuai kondisi pasien. Pada kasus yang sesuai, dapat dipasang stent untuk membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka.

Bagaimana dengan Pasien Usia Lanjut atau Gangguan Ginjal?

Usia 70 tahun ke atas bukan otomatis menjadi penghalang untuk menjalani PCI Complex. Yang menjadi perhatian adalah kondisi pasien secara keseluruhan.

Begitu pula dengan gangguan fungsi ginjal. Dalam PCI, dokter dapat menggunakan zat kontras sehingga kondisi ginjal perlu diperhitungkan dalam perencanaan tindakan. Namun, gangguan fungsi ginjal tidak otomatis berarti pasien tidak dapat menjalani PCI.

Jika pasien mengalami infeksi menjelang operasi, dokter juga akan menilai kondisi infeksi, kondisi jantung, urgensi penanganan, serta risiko dari setiap pilihan terapi.

“Setiap pasien berbeda. Karena itu, keputusan antara CABG dan PCI harus berdasarkan kondisi klinis dan anatomi pembuluh darah pasien, bukan hanya berdasarkan usia atau satu penyakit penyerta,” ujar Dr. dr. Isman.

Pemulihan Tanpa Operasi Dada

Karena PCI tidak membutuhkan pembelahan dada, proses pemulihan umumnya lebih singkat dibandingkan operasi jantung terbuka.

Pada pasien yang stabil dan tidak mengalami komplikasi, lama perawatan dapat relatif singkat. Dalam kondisi tertentu, pasien dapat pulang sekitar tiga hari setelah tindakan, meskipun lama rawat tetap bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Namun, PCI Complex bukan berarti menggantikan CABG untuk semua pasien. Ada kondisi tertentu di mana CABG tetap menjadi pilihan yang sesuai. Karena itu, keputusan idealnya dilakukan melalui penilaian menyeluruh oleh Heart Team, dengan mempertimbangkan kondisi pasien, anatomi pembuluh darah, risiko tindakan, serta pilihan pasien.

Tidak Harus Selalu Takut dengan Operasi

Perkembangan teknologi intervensi jantung memberikan semakin banyak pilihan bagi pasien dengan penyakit jantung koroner kompleks.

Bagi pasien yang pernah disarankan CABG tetapi memiliki kekhawatiran terhadap operasi, PCI Complex dapat menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu.

Jika Anda atau keluarga pernah disarankan menjalani CABG, memiliki penyakit jantung koroner kompleks, atau ingin mengetahui pilihan terapi yang sesuai, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita menyediakan layanan kardiovaskular, termasuk layanan intervensi kardiologi.

📞 Contact Center: 1500-034
🌐 www.pjnhk.go.id
📱 Instagram: @pjn_harapankita

Kenali kondisi jantung Anda. Konsultasikan pilihan terapinya bersama ahlinya.