search

Daerah

12 Siswa Samarinda NarkotikaNarkoba SamarindaPelajar Samarinda NarkobaTembakau Sintetis

12 Siswa di Samarinda Diduga Konsumsi Tembakau Sintetis, BNN Perkuat Pencegahan di Sekolah

Penulis: Muhammad Riduan
42 menit yang lalu | 0 views
12 Siswa di Samarinda Diduga Konsumsi Tembakau Sintetis, BNN Perkuat Pencegahan di Sekolah
Foto usai Rapat BNNK Samarinda dengan Komisi 4 DPRD Samarinda.(Ist)

Samarinda, Presisi.co – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda menangani 12 siswa yang diduga menggunakan narkotika jenis tembakau sintetis. Kasus tersebut terungkap setelah pihak sekolah melaporkan adanya indikasi penyalahgunaan narkoba pada 31 Juli 2026.

Kepala BNN Kota Samarinda Kombes Pol Belny Warlansyah mengatakan, pihaknya langsung melakukan asesmen terhadap seluruh siswa yang terlibat untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan penanganan masing-masing.

“BNN melakukan asesmen terhadap seluruh siswa yang terlibat, ada 12 siswa,” ungkapnya Jumat (21/8/2026).

Dari hasil asesmen, terdapat satu siswa yang direkomendasikan menjalani rehabilitasi rawat inap karena kondisinya dinilai cukup berat. Sementara 11 siswa lainnya menjalani rehabilitasi rawat jalan di BNNK Samarinda.

Belny karibnya menyebutkan, kasus tersebut menjadi perhatian serius karena terdapat siswa yang mengalami kondisi kejang setelah mengonsumsi barang yang diduga tembakau sintetis.

Kasus ini pun kemudian menjadi perhatian bersama antara BNNK Samarinda, Komisi IV DPRD Samarinda, Dinas Pendidikan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda.

Koordinasi dilakukan untuk memperkuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan sekolah.

Salah satu langkah yang didorong BNNK Samarinda yakni penerapan kurikulum Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) di sekolah-sekolah di Kota Samarinda. 

Program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak dini.

Belny mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi IV DPRD Samarinda dan Dinas Pendidikan agar program tersebut dapat segera diimplementasikan.

"Komisi IV DPRD Samarinda memberikan dukungan terhadap usulan tersebut. Bahkan, program IKAN didorong menjadi salah satu prioritas agar dapat segera direalisasikan di sekolah-sekolah Samarinda," ujarnya.

Selain penguatan kurikulum dan edukasi, deteksi dini penyalahgunaan narkotika melalui tes urine juga telah dilakukan di sejumlah sekolah di Samarinda.

Namun, program tersebut hingga kini belum diterapkan secara menyeluruh di seluruh sekolah.

Menurut Belny, pemeriksaan secara berkala dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat upaya P4GN di lingkungan pendidikan.

Koordinasi terkait program IKAN tersebut juga dilakukan Belny bersama anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, sebagai bagian dari upaya mendorong implementasi program pencegahan narkotika di lingkungan sekolah Kota Samarinda.(*)

Editor : Redaksi

Baca Juga