search

Daerah

Satfsus Presiden Tiar Nabilla Kunjungi Samarinda Penanaman 2.000 Pohon

Tiar Nabilla Kunjungi Samarinda, Dukung Kolaborasi Anak Muda Lewat Program Penanaman 2.000 Pohon

Penulis: Muhammad Riduan
3 jam yang lalu | 0 views
Tiar Nabilla Kunjungi Samarinda, Dukung Kolaborasi Anak Muda Lewat Program Penanaman 2.000 Pohon
Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, melakukan penanaman pohon secara simbolis di Desa Budaya Pampang, Samarinda, Minggu (7/6/2026).(Presisi.co/Muhammad Riduan)

Samarinda, Presisi.co – Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, melakukan kunjungan ke Kota Samarinda dengan menghadiri kegiatan ESG Climate Action di Desa Budaya Pampang, Minggu (7/6/2026). Dalam agenda tersebut, Tiar turut melakukan penanaman pohon secara simbolis sebagai bagian dari program kolaborasi penanaman 2.000 pohon di Kalimantan Timur.

Kehadiran Tiar menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap gerakan lingkungan yang digagas anak muda dan berbagai pemangku kepentingan. Program tersebut melibatkan komunitas lokal, organisasi kepemudaan, dunia usaha, hingga masyarakat setempat.

Menurut Tiar, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi lintas sektor yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

“Ini agenda yang sangat keren dan sangat bagus. Yang membuat saya terkesan adalah kegiatan ini dimotori oleh anak-anak muda. Mereka menjadi inovator, katalisator, sekaligus penggerak agar program-program yang bermanfaat bagi masyarakat bisa berjalan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Tiar juga menyoroti keterkaitan antara transformasi digital dan upaya menjaga lingkungan. Sebagai Staf Khusus Presiden yang membidangi UMKM dan teknologi digital, ia menilai digitalisasi mampu membantu mengurangi produksi sampah, terutama dari penggunaan media promosi konvensional.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mempermudah pelaku usaha dalam memasarkan produk tanpa harus bergantung pada spanduk, brosur, maupun poster cetak yang berpotensi menjadi limbah. Selain itu, penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS juga dinilai mampu mengurangi penggunaan kertas dalam berbagai transaksi usaha.

“Dengan adanya digitalisasi, UMKM menjadi lebih mudah berkembang dan pada saat yang sama dapat membantu mengurangi produksi sampah. Ini salah satu manfaat yang bisa dirasakan langsung,” katanya.

Tiar juga mendorong pemerintah daerah untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan generasi muda. Menurutnya, berbagai daerah yang telah dikunjungi menunjukkan bahwa anak muda selalu berada di garis depan dalam menjalankan program-program sosial dan lingkungan.

“Kami berharap pemerintah kota, kabupaten maupun provinsi membuka ruang seluas-luasnya untuk berdialog dan berkolaborasi dengan anak-anak muda. Mereka adalah generasi yang akan mengantarkan Indonesia menuju generasi emas,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Konsorsium Gerbangtara (Gerakan Bangun Nusantara), Aie Natasha, menjelaskan program ESG Climate Action merupakan komitmen selama satu tahun yang dilaksanakan di lima daerah, yakni Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Balikpapan dan Samarinda.

Di setiap lokasi, pihaknya menggandeng komunitas lokal untuk memastikan proses penanaman hingga perawatan pohon berjalan berkelanjutan. Program tersebut juga dilengkapi mekanisme pemantauan dan pelaporan setiap tiga bulan.

“Kami akan melaporkan perkembangan tanaman setiap kuartal dan di akhir program akan ada laporan dampak yang tidak hanya mengukur pertumbuhan pohon, tetapi juga dampak sosial serta ekonomi bagi masyarakat,” jelas Aie.

Khusus di Samarinda, sebanyak 100 pohon ditanam pada tahap awal di Desa Budaya Pampang. Pohon yang ditanam terdiri dari beberapa jenis tanaman produktif, seperti rambutan, rambai, jambu, dan petai.

Menurut Aie, jumlah tersebut akan terus bertambah seiring pelaksanaan program di berbagai lokasi yang telah ditetapkan selama satu tahun ke depan.

 

Baca Juga