Besarnya Potensi Destinasi Wisata Samarinda, DPRD Dorong Pengelolaan Lebih Terarah
Penulis: Muhammad Riduan
Sabtu, 23 Mei 2026 | 0 views
Puncak Steling Samarinda.(Istimewa)
Samarinda, Presisi.co - Besarnya potensi destinasi wisata di Kota Samarinda dinilai perlu didukung dengan pengelolaan yang lebih terarah dan berkelanjutan agar mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menyusul masuknya Puncak Steling dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2026 yang dinilai menjadi momentum positif bagi sektor pariwisata daerah.
Menurut Viktor, Samarinda sebenarnya memiliki banyak destinasi wisata yang layak dikembangkan, mulai dari wisata budaya, wisata alam hingga wisata berbasis komunitas.
Sejumlah lokasi seperti Desa Budaya Pampang, Kampung Ketupat, wisata susur Sungai Karang Mumus hingga Puncak Steling disebut memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan apabila dikelola secara maksimal.
“Ada wisata budaya, alam sampai wisata perkotaan. Namun pengelolaannya memang belum maksimal sehingga belum memberi dampak besar bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya Viktor, Sabtu 23 Mei 2026.
Ia menilai, salah satu persoalan utama sektor pariwisata di Samarinda ialah belum terintegrasinya pengelolaan destinasi wisata. Mulai dari promosi hingga agenda kegiatan dinilai masih berjalan sendiri-sendiri sehingga kunjungan wisata belum mampu bertahan dalam jangka panjang.
Karena itu, DPRD Samarinda melalui Komisi II membentuk Panitia Khusus (Pansus) pemberdayaan dan pengelolaan wisata daerah untuk menyusun konsep pengembangan wisata yang lebih terarah.
“Pansus ini fokus bagaimana wisata di Samarinda bisa berkembang dengan dukungan kegiatan dan festival yang rutin sehingga kunjungan wisatawan tidak hanya ramai pada momen tertentu saja,” katanya.
Viktor menambahkan, keberadaan kalender event daerah dinilai penting untuk menjaga perputaran wisatawan sepanjang tahun. Festival budaya, kuliner hingga kegiatan komunitas diyakini mampu menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Selain itu, DPRD juga mendorong keterlibatan pihak swasta dan investor lokal dalam pengembangan kawasan wisata agar pembangunan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
“Kami ingin pengembangan wisata ini tetap berbasis pemberdayaan masyarakat. Jadi bukan hanya menarik wisatawan, tapi juga memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” tandasnya.(*)