Kesbangpol Kaltim Angkat Suara Soal Pertemuan dengan Ormas di Kantor Gubernur
Penulis: Akmal Fadhil
Senin, 13 April 2026 | 31 views
Plt Kepala Badan Kesbangpol Kaltim, AFF Sembiring. (Presisi.co/Akmal)
Samarinda, Presisi.co- Menjelang rencana aksi unjuk rasa besar di Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada 21 April mendatang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim mengundang ratusan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam kegiatan silaturahmi dan coffee morning.
Dalam surat undangan yang beredar, Kesbangpol secara khusus meminta kehadiran para ketua, sekretaris, dan bendahara ormas untuk menghadiri pertemuan di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim.
Undangan tersebut sempat tersebar di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan diri sekaligus mempererat hubungan dengan ormas di daerah.
Ia juga menegaskan bahwa forum tersebut menjadi ruang untuk menampung kritik dan saran sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah provinsi.
Sembiring memastikan, pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan rencana aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026.
“Tidak ada kaitannya. Agenda ini disusun setelah saya dilantik pada 11 Maret, sementara isu aksi 21 April muncul setelah itu. Jadi keduanya tidak berhubungan,” ujarnya, Senin 13 April 2026.
Ia mengakui masih ada sebagian masyarakat yang merasa aspirasinya belum tersalurkan dengan baik.
Namun demikian, pemerintah daerah, kata dia, tetap terbuka untuk menerima berbagai masukan dari masyarakat Kalimantan Timur.
“Pemerintah Provinsi Kaltim terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat,” tambahnya.
Sembiring juga mengimbau masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi pada 21 April agar tetap menjaga ketertiban dan menghindari tindakan anarkis.
Sementara itu, dalam kegiatan pertemuan ormas yang digelar pada pagi hari, Gubernur Kalimantan Timur tidak dapat hadir secara langsung karena tengah menjalankan agenda di Jakarta, termasuk pertemuan dengan DPR RI. (*)