Penulis: Muhammad Riduan
1 jam yang lalu | 0 views
Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, dr Osa Rafshodia. (Presisi.co/Muhammad Riduan)
Samarinda, Presisi.co – Sebanyak 19 petugas RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda dijatuhi sanksi disiplin menyusul polemik dugaan penolakan pasien korban kecelakaan lalu lintas yang sempat ramai diperbincangkan.
Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, Osa Rafshodia, mengatakan sanksi diberikan kepada seluruh petugas yang bertugas saat pasien datang ke rumah sakit.
“Semua tim yang bertugas pada saat pasien datang itu sudah diberikan hukuman disiplin sesuai dengan analisa dari kepegawaian,” ujarnya usai audiensi dengan relawan di Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Rabu 25 Maret 2026.
Ia menjelaskan, bentuk sanksi berupa penundaan pemberian jasa pelayanan medis selama tiga bulan serta penundaan kenaikan pangkat bagi para petugas yang terlibat.
“Sanksinya berupa penundaan atau tidak diberikannya jasa pelayanan medis kepada 19 orang selama tiga bulan berturut-turut dan penundaan naik pangkat,” jelasnya.
Audiensi tersebut dihadiri puluhan relawan yang meminta klarifikasi terkait informasi dugaan penolakan korban kecelakaan oleh pihak rumah sakit.
Dalam pertemuan itu, Osa menegaskan pihaknya tidak pernah menolak pasien kecelakaan lalu lintas.
“Kami pastikan tidak ada penolakan layanan. Pemberitaan yang beredar dalam dua hari terakhir sudah kami klarifikasi,” katanya.
Meski demikian, manajemen rumah sakit mengakui peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi, khususnya dalam aspek komunikasi dan sikap pelayanan kepada pasien.
Sebagai tindak lanjut, RSUD IA Moeis berkomitmen memperkuat disiplin internal serta meningkatkan komunikasi dengan relawan yang kerap terlibat dalam penanganan korban kecelakaan.
Pihak rumah sakit juga akan memfasilitasi pertemuan teknis antara tim Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan relawan untuk menyamakan pemahaman terkait standar operasional prosedur (SOP) penanganan pasien.
“Kami ingin ada komunikasi langsung antara relawan dan tim IGD agar memahami SOP yang berlaku dan saling mengenal sehingga pelayanan bisa berjalan lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, RSUD IA Moeis tetap siap menerima pasien korban kecelakaan yang membutuhkan penanganan medis.
“Kalau ada korban kecelakaan, silakan dibawa ke RSUD IA Moeis,” tegasnya.