Penulis: Muhammad Riduan
SAMARINDA, Presisi.co — Kemenangan meyakinkan Borneo FC Samarinda atas Arema FC dengan skor 3-1 di Stadion Segiri, Kamis, 26 Februari 2026 malam, menyisakan cerita haru dari tribun penonton. Tiga poin yang diamankan skuat Pesut Etam resmi menjadi "obat" pelipur lara bagi kelompok suporter Pusamania yang gagal menampilkan mahakarya mereka.
Sebelum sepak mula (kick-off) dimulai, atmosfer di tribun sempat diwarnai kesedihan. Koreografi raksasa yang telah dipersiapkan dengan matang selama berbulan-bulan gagal dikibarkan akibat faktor alam yang tidak terduga.
Capo Pusamania, Riyo, mengungkapkan bahwa seluruh anggota sempat merasa terpukul karena kerja keras kolektif mereka tidak dapat dinikmati publik Stadion Segiri.
“Teman-teman Pusamania sempat sedih karena koreo yang disiapkan berbulan-bulan gagal. Tapi alhamdulillah, kemenangan 3-1 dan tambahan tiga poin ini membuat semua kembali bahagia. Ini benar-benar obat buat kami,” tutur Riyo saat dihubungi Presisi.co, Jumat, 27 Februari 2026.
Riyo menjelaskan, batalnya aksi visual tersebut disebabkan oleh cuaca ekstrem yang melanda Kota Samarinda pada dini hari sebelum pertandingan. Angin kencang dilaporkan merusak infrastruktur pendukung koreografi di dalam stadion.
“Biaya yang dikeluarkan tidak sedikit dan persiapannya lama. Tapi karena angin kencang, banyak tiang penyangga yang roboh. Sangat disayangkan tidak bisa ditampilkan di momen krusial seperti lawan Arema,” jelasnya.
Meski tanpa dukungan visual koreografi, semangat Pusamania tidak luntur. Sepanjang 90 menit pertandingan, tribun utara tetap bergemuruh dengan chant-chant penyemangat yang membakar motivasi Stefano Lilipaly dkk di lapangan hijau.
“Pemain berjuang di lapangan, kami juga berjuang di tribun. Kami tetap memberikan dukungan maksimal untuk memastikan poin penuh tetap tinggal di Samarinda,” tambah Riyo.
Salah satu momen ikonik dalam laga tersebut adalah ketika seluruh tribun mengikuti chant komando dari Pusamania secara serempak, menciptakan atmosfer intimidatif bagi tim tamu, Arema FC.
Dominasi Borneo FC di lapangan yang berujung kemenangan 3-1 seolah membayar lunas kerja keras para suporter. Saat ini, Borneo FC kian kokoh di posisi ketiga klasemen sementara dan terus menjaga asa dalam persaingan perebutan gelar juara BRI Super League 2025/2026. (*)
Editor: Redaksi




