Penulis: Muhammad Riduan
SAMARINDA, Presisi.co — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda memastikan kesiapsiagaan penuh guna mengantisipasi ancaman musibah kebakaran selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Seluruh personel di 11 posko dipastikan siaga selama 24 jam penuh untuk merespons keadaan darurat.
Kepala Disdamkarmat Kota Samarinda, Hendra AH, menjelaskan bahwa meski tidak ada penambahan posko khusus, pihaknya mengoptimalkan infrastruktur yang ada di titik-titik strategis wilayah Kota Tepian.
“Dalam momen Ramadan kita siapkan personel seperti biasa. Tidak ada posko tambahan, tetapi posko 1 sampai posko 11 selalu siap siaga 24 jam,” tegas Hendra AH, Jumat, 20 Februari 2026.
Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, Hendra mengungkapkan bahwa potensi kebakaran Ramadan Samarinda cenderung meningkat akibat faktor kelalaian manusia (human error). Aktivitas memasak pada waktu sahur menjadi titik paling rawan.
Banyak kasus kebakaran terjadi karena warga menyalakan kompor pada dini hari, namun kemudian tertidur karena kelelahan setelah menjalankan aktivitas ibadah yang padat.
“Biasanya kebakaran terjadi karena masyarakat lalai, seperti memasak saat subuh kemudian ketiduran atau kelelahan karena aktivitas ibadah yang intens. Ini yang harus benar-benar diwaspadai,” jelasnya.
Selain faktor aktivitas dapur, cuaca yang tidak menentu juga menjadi perhatian. Hendra mengimbau warga untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan, terutama saat cuaca panas menyengat dan minim curah hujan.
“Jika musim panas dan tidak turun hujan selama beberapa hari, potensi kebakaran lahan sangat besar. Kami minta warga menghindari pembakaran sampah atau aktivitas lain yang bisa memicu percikan api,” imbuh Hendra.
Disdamkarmat Samarinda mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat adanya tanda-tanda kebakaran. Laporan bisa disampaikan melalui:
1. Call Center Damkar di masing-masing wilayah.
2. Radio Komunikasi (HT) relawan dan petugas.
3. Mendatangi langsung pos pemadam terdekat dari lokasi kejadian.
“Kami siap siaga penuh 24 jam, tetapi kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan adalah kunci utama pencegahan kebakaran,” pungkasnya. (*)
Editor: Redaksi




