Penulis: Muhammad Riduan
SAMARINDA, Presisi.co — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda terus mendalami penyebab kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Ir. H. Juanda, tepat di depan Kampus Universitas 17 Agustus (Untag) Samarinda. Insiden yang melibatkan truk tangki BBM dan sepeda motor tersebut terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 siang.
Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo, mengonfirmasi bahwa sopir truk tangki yang terlibat saat ini telah diamankan guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Unit Penegakan Hukum (Gakkum).
“Untuk peristiwa laka lantas yang terjadi di Juanda, saat ini kami sudah mengamankan sopir. Saksi-saksi juga sedang kami periksa untuk tindak lanjut dari kejadian tersebut,” ujar Kompol La Ode saat ditemui di Mapolresta Samarinda, Kamis, 19 Februari 2026.
Selain mengamankan pengemudi, pihak kepolisian juga telah menyita kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Mengingat dimensi kendaraan yang besar, truk tangki tersebut kini ditempatkan di area penampungan barang bukti di wilayah Loa Janan.
“Barang bukti sudah kami amankan dan saat ini ditaruh di Loa Janan karena kendaraan yang terlibat merupakan mobil besar,” jelasnya.
Terkait kronologi pasti insiden tersebut, Kompol La Ode menyebut pihaknya tidak ingin berspekulasi. Meski informasi awal telah diperoleh melalui rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi, penyelidikan menyeluruh tetap dilakukan melalui olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Untuk kronologi awal seperti yang terlihat di CCTV. Namun kami masih mendalami melalui pemeriksaan sopir, saksi-saksi di sekitar lokasi, serta hasil olah TKP,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan tragis ini melibatkan truk tangki pengangkut BBM dan sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh seorang ibu bersama anak perempuannya. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kedua korban dilaporkan meninggal dunia akibat luka serius pasca-insiden tersebut.
Menanggapi kejadian ini, Kompol La Ode mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan sabar saat berkendara, terutama saat berada di dekat kendaraan besar.
“Kami minta pengendara selalu menjaga jarak aman, tidak mendahului jika kondisi tidak memungkinkan, dan saling menghargai sesama pengguna jalan. Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (*)
Editor: Redaksi




