Wakil Ketua Umum PMTI Harapkan Masyarakat Toraja di Kaltim Makin Harmonis
Penulis: Muhammad Riduan
11 jam yang lalu | 0 views
Muswil II Ikatan Keluarga Toraja Kalimantan Timur anggota PMTI.(Presisi.co/Muhammad Riduan)
Samarinda, Presisi.co – Musyawarah Wilayah (Muswil) II Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Wilayah Kalimantan Timur anggota PMTI digelar di Hotel Puri Senyiur, Jalan Ruhui Rahayu I, Samarinda, Sabtu 14 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memilih ketua dan menyusun kepengurusan baru IKAT Kaltim yang terafiliasi dengan Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI).
Dalam kegiatan tersebut, turut hadi Wakil Ketua Umum PP PMTI, Aris Tambing, ia berharap pelaksanaan Muswil dapat mempererat keharmonisan masyarakat Toraja di Kaltim.
“Kita mengharapkan agar keluarga Toraja yang ada di diaspora ini bisa lebih harmonis. Kalau pun dalam perjalanan organisasi ada riak-riak, itu kita anggap sebagai hal yang positif,” ucapnya diwawancarai di agenda itu.
Menurutnya, keberadaan lebih dari satu organisasi bukanlah persoalan selama tujuannya untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Toraja.
“Semakin banyak organisasi semakin bagus, sepanjang semuanya melakukan hal-hal yang positif untuk warga Toraja,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Caretaker IKAT Wilayah Kaltim anggota PMTI, Corneleus Rantelangi menjelaskan Muswil II ini dilaksanakan berdasarkan mandat dari Ketua PMTI Pusat Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa.
Ia mengungkapkan, sebelumnya Musyawarah sempat digelar pada Oktober 2025, namun hasilnya tidak dilaporkan kepada PMTI Pusat sehingga dianggap tidak sah. Karena itu, pengurus pusat PMTI menerbitkan surat caretaker tertanggal 3 November 2025 untuk melaksanakan Muswil ulang.
“Muswil ini bertujuan memilih ketua dan pengurus yang akan mengendalikan IKAT secara keseluruhan di Kalimantan Timur,” jelasnya.
Ia menambahkan, IKAT Kaltim telah menjadi bagian dari PMTI sejak hampir 20 tahun lalu dan turut menginisiasi terbentuknya PMTI secara nasional. Karena itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat Toraja di Kaltim dapat menjaga komunikasi dan harmonisasi.
“Walaupun ada dua organisasi, tidak boleh dipertentangkan. Harus berjalan bersama dan memberikan pelayanan terbaik yang berdampak positif bagi masyarakat Toraja,” tegasnya.
Aris Tambing juga berpesan agar masyarakat Toraja di Kalimantan Timur terus berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Walaupun kita orang Toraja, kita hidup di Kaltim, maka orientasi kita juga untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan di Kaltim,” pungkasnya.
Muswil II ini diharapkan menjadi titik awal penguatan konsolidasi organisasi sekaligus mempererat persatuan masyarakat Toraja di Bumi Etam.(*)