Afif Rayhan Harun: Perda Pendidikan Pancasila Penting untuk Perkuat Pemahaman Masyarakat
Penulis: Muhammad Riduan
Selasa, 06 Januari 2026 | 32 views
Andi Muhammad Afif Rayhan Harun saat Sosper.(Presisi.co/Muhammad Riduan)
Samarinda, Presisi.co – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, menegaskan pentingnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Hal tersebut disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) di Jalan Ramania, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, pada Selasa 6 Januari 2026.
“Perda ini hadir untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan, agar tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Afif Rayhan Harun dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai, di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang kuat terhadap Pancasila sebagai dasar dalam bersikap dan bertindak.
“Tantangan kita hari ini bukan hanya ekonomi, tetapi juga tantangan ideologi dan karakter. Karena itu, pemahaman Pancasila harus terus kita tanamkan kepada masyarakat, terutama generasi muda,” lanjutnya.
Dalam sosialisasi tersebut, Afif Rayhan Harun juga menekankan bahwa Perda Nomor 9 Tahun 2023 menjadi dasar hukum bagi pemerintah daerah untuk menyelenggarakan pendidikan Pancasila secara berkelanjutan melalui berbagai program dan kegiatan di masyarakat.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber Amsari Damanik, S.H., M.Kn dan Andi Mappanganro, S.H. yang memaparkan materi terkait substansi perda serta pentingnya wawasan kebangsaan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Amsari Damanik menjelaskan bahwa pendidikan Pancasila harus dimulai dari lingkungan terdekat.
“Nilai-nilai Pancasila itu sesungguhnya hidup di tengah masyarakat, seperti gotong royong dan toleransi. Tinggal bagaimana kita menguatkannya kembali,” jelasnya.
Sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi dialog dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Masyarakat menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap sosialisasi serupa terus dilakukan agar pemahaman terhadap nilai kebangsaan semakin merata.(*)