Progres Program Internet Gratis Pemprov Kaltim Capai 52% di Akhir Agustus 2025
Penulis: Akmal Fadhil
7 jam yang lalu | 0 views
Kadiskominfo Kaltim saat bersama jajaran penyedia jaringan untuk internet gratis. (Presisi.co/Akmal)
Samarinda, Presisi.co - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus mempercepat program internet gratis untuk desa-desa yang dimulai pada tahun 2025.
Hingga akhir Agustus 2025, sebanyak 441 dari 841 desa di Kaltim telah terhubung ke jaringan internet gratis, dengan progres mencapai 52%. Target akhir tahun ini, 700 desa diharapkan sudah dapat menikmati akses internet, dan program ini diprediksi tuntas pada tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kaltim, Faisal, dalam konferensi pers pada Jumat 29 Agustus 2025 mengungkapkan, setelah melalui proses administrasi yang selesai pada Mei lalu, realisasi pemasangan jaringan internet di desa-desa telah berjalan pesat dalam tiga bulan terakhir.
“Saat ini, vendor terus bekerja untuk memastikan lebih dari 700 desa dapat terpasang internet gratis pada akhir tahun 2025,” ujar Faisal.
Faisal menambahkan, program ini didanai dengan anggaran sebesar Rp12 miliar yang dialokasikan dalam APBD Murni 2025.
Ada empat vendor yang bertanggung jawab atas pemasangan jaringan internet, yakni PT Telkom, PT Telkomsel, PT ICON+, dan PT Comtelindo. Setiap vendor menggunakan teknologi yang berbeda, seperti fiber optic, satelit, dan wireless untuk memastikan internet dapat menjangkau kantor desa-desa yang ada.
Menurut Faisal, titik-titik akses internet gratis ini difokuskan pada kantor-kantor pemerintahan desa, yang bertujuan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat.
Namun, seiring dengan perkembangan, pemanfaatan internet ini akan terus disesuaikan dengan kebutuhan desa, dengan kemungkinan bahwa beberapa titik akan dipindahkan ke fasilitas umum lainnya, seperti Puskesmas atau sekolah-sekolah.
“Kita akan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa. Jika kantor desa sudah memiliki jaringan internet yang stabil, maka koneksi dari pemerintah provinsi bisa saja dipindahkan ke tempat layanan umum lainnya,” jelas Faisal.
Selain menyediakan jaringan internet, Pemprov Kaltim juga menanggung biaya iuran bulanan untuk penggunaan internet di kantor desa. Rata-rata iuran per bulan untuk setiap kantor desa berkisar antara Rp1,1 juta hingga Rp1,2 juta.
Sebaran Internet Gratis di 7 Kabupaten Kaltim
Sebaran layanan internet gratis ini sudah mencakup tujuh kabupaten di Kaltim, dengan Kutai Kartanegara menjadi yang terbanyak, yakni 117 desa, disusul Paser (90 desa), Kutai Timur (85 desa), Kutai Barat (64 desa), Berau (58 desa), Penajam Paser Utara (25 desa), dan Mahakam Ulu yang baru memiliki 4 desa terhubung ke internet.
Namun, program ini tidak lepas dari tantangan. Hariyanto dari PT Comtelindo, salah satu vendor yang terlibat, mengungkapkan bahwa jarak antar desa yang sangat berjauhan menjadi salah satu hambatan utama.
“Kabel fiber optic yang harus dipasang sangat panjang, sementara kondisi listrik di banyak daerah pedesaan masih terbatas dan akses jalan yang buruk memperlambat proses pekerjaan,” jelas Hariyanto. Selain itu, pihaknya juga menghadapi masalah lain seperti kabel yang digigit oleh hewan penggerek, seperti tikus, yang menghambat kelancaran pemasangan.
Meskipun begitu, Hariyanto menegaskan bahwa semua jaringan yang dipasang terus dipantau, baik secara langsung maupun melalui komunikasi dengan perangkat desa setempat, untuk memastikan fungsinya tetap optimal.
Program ini menjadi salah satu langkah penting Pemprov Kaltim dalam mempercepat pemerataan akses informasi dan teknologi di seluruh wilayah, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan membuka peluang baru bagi masyarakat desa. (*)