search

Daerah

Edi DamansyahKukar IdamanSeleksi Jabatan di KukarSafari Subuh

Ingin Punya Pejabat yang Berakhlak Mulia, Bupati Kukar Bakal Jadikan Kemampuan Mengaji Sebagai Syarat Seleksi Jabatan

Penulis: Redaksi Presisi
Minggu, 12 Mei 2024 | 590 views
Ingin Punya Pejabat yang Berakhlak Mulia, Bupati Kukar Bakal Jadikan Kemampuan Mengaji Sebagai Syarat Seleksi Jabatan
Bupati Kukar Edi Damansyah (kanan) saat menyerahkan bantuan ke pengurus Langgar Langgar Ar Rahman, RT.3, Kecamtan Kembang Janggut pada Sabtu 11, Mei 2024. (Istimewa)

Kukar, Presisi.co - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah bakal lebih selektif lagi dalam meningkatkan kualitas pejabat yang akan membantunya mewujudkan Kukar Idaman. 

"Nanti kalau ingin ikut seleksi jabatan maka akan ditest mengajinya di tingkatan apa. Iqrokah atau Al-Qur'an dan jangan malu jika masih di tingkat Iqro, yang terpenting masih mau belajar," kata Edi saat memimpin safari subuh yang dilaksanakan Pemkab Kukar di Langgar Ar Rahman, RT.3, Kecamtan Kembang Janggut pada Sabtu 11, Mei 2024. 

Orang nomor satu di Kukar itu menjelaskan bahwa salah satu fokus yang dilakukan pada program Kukar Idaman adalah pengembangan sumber daya manusia yang berakhlak mulia unggul dan berbudaya.

"Jadi bagaimana mencapai sumber daya manusia yang berakhlak mulia diperlukan peran penting dari semua pihak baik itu di pendidikan formal maupun di pendidikan-pendidikan non formal serta pengajian-pengajian yang sudah dilakukan di masjid - maupun pondok-pondok pesantren," terangnya.

Dalam Kesempatan tersebut juga diserahkan, Edi juga menyerahkan 5 Rol Ambal, 1 buah Warles, 20 Buah mukena, 10 buah Al-Qur'an, 10 buah Iqra dan 10 Yasin oleh Bupati Kukar Edi Damansyah kepada H. Musrin Marbot dari Langgar Ar Rahman.

Tak lupa, Edi juga mengucapkan terimakasih kepada H. Musrin dan seluruh takmir langgar atas apresiasinya mewakafkan waktu untuk mengurus langgar yang disebutnya tidak hanya dimanfaatkan untuk memfasilitasi kegiatan ibadah wajib saja tetapi juga ada aktivitas-aktivitas kegiatan belajar agama seperti kegiatan belajar Al-Qur'an. 

"Orang-orang yang mewakafkan waktunya untuk mengurus rumah ibadah merupakan pilihan dan pangilan hati nurani dengan kesadaran yang sudah tingkat tinggi," ungkapnya. (*)

Editor: Redaksi