search

Advetorial

Pemkab KukarDesa Tani BhaktiTambang batu barasektor pertanian Kukaranak muda bertani

Di Era Gempuran Tambang Batu Bara, Desa Tani Bhakti Gigih Ajak Anak Muda Tekuni Pertanian

Penulis: Redaksi Presisi
Jumat, 29 Maret 2024 | 106 views
Di Era Gempuran Tambang Batu Bara, Desa Tani Bhakti Gigih Ajak Anak Muda Tekuni Pertanian
Ilustrasi Pertambangan. (Istimewa)

Tenggarong, Presisi.co - Desa Tani Bhakti, Kutai Kartanegara (Kukar), tengah bersemangat membangun masa depan yang berkelanjutan melalui sektor pertanian. Meski industri tambang batu bara di masa kini lebih menggiurkan, Desa Tani Bhakti berani melawan arus dengan memilih fokus pada pengembangan sektor pertanian.

Industri tambang batu bara memang menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi dan menjanjikan kehidupan yang lebih sejahtera. Hal ini menarik minat banyak pemuda desa. Namun di sisi lain, budaya bertani perlu diteruskan karena memegang peranan penting dalam mempertahankan kemandirian pangan dan menjaga warisan leluhur.

Menyadari dilema ini, Kepala Desa Tani Bhakti Amin gigih mencari solusi untuk masa depan pertanian di desanya. Ia yakin bahwa pertanian merupakan bidang pekerjaan yang sangat tepat untuk ditekuni dan memiliki potensi yang tak dimiliki industri tambang.

“Tambang batu bara menawarkan pekerjaan, tetapi bukan masa depan yang berkelanjutan,” ujar Amin.

Lebih lanjut, Amin menyebut pihaknya telah mengadakan berbagai pelatihan dan edukasi diadakan untuk membuka mata generasi muda tentang potensi besar di balik sektor pertanian.

Amin ingin mereka memahami bahwa bertani bukan hanya tentang kerja kasar, tetapi juga tentang peluang untuk menjadi pengusaha di atas tanah leluhur mereka sendiri.

“Dengan ilmu dan teknologi, bertani bisa menjadi profesi yang menjanjikan dan memungkinkan seseorang menjadi bos di tanahnya sendiri,” kata Amin.

Visi Amin adalah membangun Desa Tani Bhakti yang mandiri pangan dan tidak bergantung pada tambang batu bara yang dieksploitasi secara terus menerus. Ia percaya bahwa dengan pengetahuan yang tepat, generasi muda dapat menjadi motor penggerak kemajuan desa melalui sektor pertanian.

“Jika pemuda desa memahami potensi dan manfaat pertanian, mereka akan kembali ke tanah leluhur,” tutup Amin. (Adv)

Editor: Rafika