search

Daerah

Truk tabrak pemotorKecelakaanKota Balikpapan

Truk Tronton Hilang Kendali dan Menabrak Pengendara Roda Dua, Motor Terbelah Dua Lalu Sempat Terbakar

Penulis: presisi2
Kamis, 28 Maret 2024 | 640 views
Truk Tronton Hilang Kendali dan Menabrak Pengendara Roda Dua, Motor Terbelah Dua Lalu Sempat Terbakar
Kondisi pasca kecelakaan maut di Jalan MT Haryono, Balikpapan, Rabu (27/3/2024). Truk kontainer ringsek menabrak ruko dan motor terbelah.

Balikpapan, Presisi.co - Sebuah truk tronton menghantam ruko di tanjakan Mazda Jl MT. Haryono, Kota Balikpapan, Rabu 27 Maret 2024 pukul 06.55 pagi. Sebelum menghantam ruko, truk tersebut melindas pengendara sepeda motor. Sepeda motor tersebut terbakar dan menyebabkan pengendara meninggal dunia di tempat.

Truk kontainer sendiri mengalami kerusakan parah. Bagian depan truk ringsek dan tersangkut di pagar ruko. Muatannya terlepas dari truk dan tergeletak di bahu jalan.

Motor yang ditabrak truk hangus terbakar dan kondisinya terbelah. Api yang membakar motor sempat menyala di halaman ruko, namun berhasil dipadamkan.

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, truk tersebut berpindah jalur. Truk tersebut dari arah Jl Soekarno-Hatta Km 5 menuju turunan jalan MT Haryono dekat eks diler Mazda. Diduga tidak truk tidak dapat dikendalikan, akhirnya melewat batas jalan lain menuju Jl Soekarno-Hatta. Truk tersebut menghantam pembatas jalan yang menyebabkan kontainer terlepas.

Sopir truk mengalami luka-luka dan dirawat di RSKD Balikpapan. Ia masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait kecelakaan tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, sopir truk sendiri diketahui merupakan seorang warga Surakarta, Jawa Tengah bernama Andi Suryanto (39).

Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol Ropiyani, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menyelidiki dokumen fisik identitas sopir truk.

"Data-data sopir truk ini masih belum kami temukan. Pengakuannya, dia memiliki SIM A dan B2 yang dikeluarkan dari pulau Jawa. Dia baru 3 bulan bekerja sebagai sopir truk tronton di Balikpapan," ungkap Ropiyani, Rabu 27 Maret 2024.

Sementara surat-surat kendaraan belum ditemukan. Dari pengakuan sopir, surat truk berada di dasbor sopir. Namun saat dicek tidak ditemukan.

Meski demikian, ia memastikan, pihaknya akan melakukan pengecekan kembali untuk identitasnya.

 

 

Bahkan, berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut, plat nomor truk yang dikendarai Suryanto diduga palsu.

Hal tersebut diketahui setelah dikroscek melalui platform pengecekan identitas kendaraan secara daring.

Misalnya, kendaraan truk tersebut memiliki nomor polisi KT 8991 AU ditelusuri melalui situs http://simpator.kaltimprov.go.id, sebagian besar informasi tidak muncul.

Mulai dari nama pemilik, merek kendaraan, tipe kendaraan, tahun rakitan, hingga nominal pajak kendaraan.

Informasi yang tersedia hanya masa pajak dan masa berlaku STNK yang memunculkan tanggal 1 Januari 1970.

Sementara untuk sepeda motor milik korban yang diketahui bermerk Honda menggunakan plat dengan nomor polisi H 5257 HG yang berlaku hingga tahun 2028.

Pengecekan melalui situs https://cekpajak.id/jawa-tengah, dituliskan bahwa nomor polisi itu tidak terdaftar.

"Mohon maaf, data yang Anda cari tidak ditemukan," demikian tertulis dalam laman tersebut.

Suryanto mengisahkan detik-detik kejadian.

"Habis kencang mau nanjak, kaget lihat mobil jalan pelan di tengah. Saya banting setir ke kanan," ungkapnya.

Setelah membanting setir dan truknya melompati jalur, lanjut Suryanto, dia mengaku tidak melihat motor dari arah berlawanan.

Pria asal Surakarta tersebut mengatakan hanya mendengar suara benturan yang cukup keras.

"Saya cuma dengar ada suara 'duar', tiba-tiba sudah menabrak pagar (ruko)," ucap Suryanto.

Seusai kejadian, dirinya terbentur setir dan persneling. Tangan kirinya pun terkilir.

Setelah berhasil keluar dari ruang kemudi, dia meminta tolong salah seorang pekerja yang melintas untuk menghubungi kepolisian.

"Saya mau cari kantor polisi sendiri, tapi nanti takut dikira kabur," imbuh Suryanto.

Suryanto, yang telah mengemudi sejak 1998, kembali ke Balikpapan tiga bulan lalu setelah lima tahun di Solo, Jawa Tengah.

Selama di Balikpapan, dia tinggal seorang diri di workshop, sementara anak laki-lakinya bersama orang tua di Jawa.

"Saya bekerja untuk pemilik truk yang memiliki usaha ekspedisi, pagi tadi bawa keramik," ucapnya.

Dia menambahkan bahwa telah mengemudikan trailer ini selama tiga bulan dengan rata-rata 25 tarikan per bulan.

Menyangkal adanya masalah teknis, Suryanto menegaskan, rem truk tidak blong. Termasuk masalah surat-surat, yang diyakininya lengkap.

"Surat-surat kendaraan ada di dasbor, ada di tas biru. Nggak tahu kenapa belum ketemu," imbuhnya.

Penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan kronologi lengkap kecelakaan yang juga merenggut nyawa Nasrudin (29), pengendara motor yang tewas ditabrak truk tersebut.

Menurut informasi dari Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol Ropiyani, truk tronton bernopol DN 8991 AU hendak mengantarkan keramik ke Mitra10.

Kronologi kejadian bermula saat sopir truk melihat kendaraan roda 4 berjalan pelan di kiri jalan.

Ia kemudian membanting setir ke kanan, namun tiba-tiba melintas sepeda motor dari arah berlawanan.

Tabrakan pun tak terhindarkan, dan motor yang dikendarai oleh Nasrudin (29) terbakar.

Nasrudin meninggal dunia di tempat kejadian dengan luka di kepala dan helm pecah. Sopir truk mengalami luka di tangan kiri dan lecet, dan telah menjalani tes urine.