Penulis: Rafika
Presisi.co - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, kini tengah terseret isu pungli izin pertambangan. Ia dikabarkan menghadiri panggilan Mabes Polri pada Selasa, (19/3/2024) hari ini.
Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) turut menyorot tajam isu pungli Bahlil Lahadalia tersebut dan menyebut ada kepentingan kelompok di balik jabatan Bahlil sebagai Menteri Investasi.
Jatam juga mengungkap sejumlah perusahaan milik Bahlil yang cukup sulit dideteksi. Rupanya, Bahlil memegang banyak saham di berbagai perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan.
Sebelum menjabat sebagai Menteri Investasi, Bahlil memang sudah terjun ke dunia bisnis dengan catatan kepemilikan saham di 10 perusahaan sekaligus.
Bahkan pada Pilpres 2019 lalu, sejumlah perusahaan Bahlil tercatat sebagai penyokong dana politik paling besar untuk pemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Inilah gurita bisnis Menteri Bahlil. Jabatan politiknya saat ini kental dengan konflik kepentingan, mengingat di saat yang sama, Ia juga memiliki bisnis di sektor pertambangan. Meski tak terhubung langsung dengan seluruh perusahaan, namun relasi bisnisnya itu bisa ditelusuri melalui orang-orang dekat Bahlil," cuit akun X @jatamnas pada Senin (18/03/2024) kemarin, dilansir dari Suara.com.
Lantas, apa saja daftar perusahaan yang sahamnya dimiliki Bahlil? Ini datar lengkapnya:
Perusahaan-perusahaan tersebut dijalankan Bahlil bersama para rekan bisnisnya seperti Helmi Djen, Setyo Mardanus, Tresse Kainama, serta Made Suryadana. Rekan-rekan bisnis Bahlil ini juga menjadi petinggi perusahaan-perusahaan tersebut. (*)
Editor: Rafika




