search

Berita

Komengfoto Komeng di suart suaraKomeng calon DPD

Jika Terpilih Sebagai Anggota DPD, Komeng Bakal Perjuangkan agar Hari Peringatan Ini Ada di Indonesia

Penulis: Rafika
Kamis, 15 Februari 2024 | 674 views
Jika Terpilih Sebagai Anggota DPD, Komeng Bakal Perjuangkan agar Hari Peringatan Ini Ada di Indonesia
Komeng sebagai calon anggota DPD Jawa Barat nomor urut 10. (net)

Presisi.co - Alfiansyah Bustami alias Komeng menjadi perbincangan hangat warganet di tengah momen Pemilu 2024. Komedian tersebut digadang-gadang menjadi senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Barat. Ia juga menjadi sorotan karena fotonya di kertas suara yang cukup 'nyeleneh'.

Dilihat dari website KPU pada hari ini, Kamis (15/2/2024) pukul 20.45, Komeng mengantongi 372.102 suara. Angka tersebut menjadikan Komeng sebagai calon dengan perolehan suara tertinggi dibanding rival-rivalnya.

Ketika ditanya program kerja yang akan dijalankannya sebagai anggota DPD, Komeng menjawab dirinya akan menggagas adanya peringatan untuk Hari Komedi.

"Coba lihat.. Hari Film ada, Hari Musik ada, tapi Hari Komedi nggak ada,"ucap Komeng saat dihubungi awak media, Rabu (14/2/2024), sebagimana diberitakan Suara.com.

Meski terdengar bercanda, Komeng rupanya serius akan memajukan industri komedi di Indonesia. Pelawak berusia 53 tahun itu mengatakan sejumlah komedian Tanah Air, termasuk dirinya, sudah menyusun program yang berkaitan. Jika nantinya terpilih sebagai anggota legislatif, Komeng punya kesempatan untuk mewujudkannya.

"Sudah datang ke DPR, ane bilang, 'ini teman-teman pelawak nggak bisa'. Yasudah ane coba," ujar Komeng.

Menurut Komeng, Indonesia juga punya peluang untuk memperkenalkan budayanya ke dunia Internasional, sebagaimana budaya Korea menyebar ke berbagai belahan dunia pada dekade ini.

"Saya bikin konsep gimana caranya kita bisa menjajah negara lewat budaya. Kan selama ini kita dijajah oleh korea ya, dengan drakor, dengan apanya pun sampai ke makanannya," tutur Komeng.

Selain itu, ia juga menuturkan adanya perbedaan mencolok terkait honor komedian di dalam dan luar negeri.

"Kalau main di luar negeri itu komunitas komedinya, minta potongan honor kita," kata Komeng.

"Tapi di komunitas di kita nggak pernah mau motong (honor) orang dari luar. Kan banyak pemain luar pada main disini. Semaunya aja dia, enjoy aja ya kan," imbuhnya memaparkan.

Oleh karena itu, Komeng berharap ia bisa membawa kebudayaan Indonesia lebih dikenal, khususnya industri komedi agar tak lagi dipandang sebelah mata.

"Jadi keseniannya secara garis kebudayaan di Indonesia kan kurang. Padahal dari budaya bisa diangkat dan bisa menghasilkan pemasukan yang besar buat negara," pungkasnya. (*)

Editor: Rafika