Survei Polstat: Prabowo-Gibran Raih Elektabilitas 52,8 Persen, Pendukung 01 dan 03 Banyak Hijrah karena Alasan Ini
Penulis: Rafika
Kamis, 08 Februari 2024 | 13.808 views
Presisi.co - Prabowo-Gibran berhasil mengungguli elektabilitas dua paslon lainnya dalam hasil survei terbaru yang dirilis lembaga survei lembaga Political Statistics (Polstat). Hasil tersebut berdasarkan survei Polstat pada periode pada 4 hingga 7 Februari 2024.
Paslon nomor urut 2 tersebut berhasil meraih elektabilitas hingga 52,8 persen. Angka tersebut jauh dibandingkan dua rivalnya, Anies-Muhaimin di urutan kedua yang memperoleh elektabilitas 26,5 persen dan Ganjar-Mahfud di posisi terakhir dengan perolehan 18,2 persen.
Sebanyak 2,5 persen responden memilih opsi belum memutuskan.
Direktur Riset Polstat Indonesia, Apna Permana, membeberkan sejumlah faktor yang membuat elektabilitas Prabowo-Gibran berhasil menembus angka 50 persen.
Pertama, hal tersebut dikarenakan banyaknya pendukung Anies-Muhaimin yang berpindah ke Prabowo-Gibran karena muak dengan politisasi isu agama yang beredar di kalangan paslon nomor urut 01 tersebut.
"Semakin banyaknya simpatisan Anies-Cak Imin yang hijrah ke kubu 02 karena muak dengan berbagai politisasi dan eksploitasi isu agama yang diproduksi para pendukung 01," ungkap Apna dalam keterangan resminya, Kamis (8/2/2024) sebagaimana diberitakan Suara.com.
Kedua, berbagai blunder yang diciptakan kubu 03 membuat banyak pendukung mereka mengalihkan dukungan. Terlebih, PDIP terkesan tak memberikan dukungan yang maksimal kepada Ganjar-Mahfud.
"Ketiga, semakin meluasnya opini publik yang menghendaki Pilpres 2024 cukup dilangsungkan satu putaran demi efisien anggaran, kepastian bisnis dan mengakhiri kegaduhan politik nasional," terangnya.
Lebih lanjut, Apna menyebut elektabilitas Prabowo-Gibran yang tembus hingga 52,8 persen ini memperbesar peluang Pilpres 2024 berjalan satu putaran.
"Selain tren perkembangan elektabilitas, dimana Prabowo-Gibran terus meningkat dari waktu ke waktu, sementara Anies-Cak Imin maupun Ganjar-Mahfud cenderung stagnan, ada beberapa faktor lain yang semakin memungkinkan Pilpres dapat berlangsung satu putaran saja," jelasnya.
Untuk diketahui, survei Polstat dilakukan kepada 1.200 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka langsung dengan responden berpedoman kuesioner. Margin of error pada survei sekitar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (*)