search

Daerah

Rumah Singgah SamarindaHipnoterapiSelf-Reward Komunitas Support Kanker

Pentingnya Kekuatan Self-Reward dalam Menjaga Kesehatan Jiwa

Penulis: Febri Ari Sandi
Sabtu, 18 November 2023 | 374 views
Pentingnya Kekuatan Self-Reward dalam Menjaga Kesehatan Jiwa
Founder Rumah Singgah, Astripi. (Febri Ari sandi/Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co - Komunitas Support Kanker menggelar Ngobrol Rame, Asik & Sehat Bersama Pakarnya (NgoBRAS) di Rumah Singgah Kanker, Kota Samarinda, pada 18 November 2023. Acara ini menampilkan Aditya Lesmana, seorang Professional Hypnotherapist Indonesia, sebagai narasumber.

Aditya Lesmana membahas betapa pentingnya kekuatan self-reward dalam merawat kesehatan jiwa melalui hipnoterapi. "Menghargai diri melalui self-reward bukan hanya tentang pujian positif, tetapi juga membentuk kebiasaan positif secara rutin," ungkap Aditya.

Sebagai bagian dari Rumah Singgah Kanker, Aditya Lesmana berkomitmen memberikan semangat tentang pentingnya menghargai diri dan mendukung penyembuhan. "Mengapresiasi diri kita mengaktifkan 'switch' positif dalam perjalanan kesembuhan," tambahnya.

Astripi, Pendiri Rumah Singgah, menjelaskan bahwa Rumah Singgah berdiri sejak tahun 2017, memberikan pelayanan nasional kepada keluarga pasien kanker. "Sebelumnya, banyak keluarga pasien tidur di masjid. Rumah Singgah hadir untuk memberikan tempat yang layak dan dukungan selama proses pengobatan," ujarnya.

Dukungan ini tidak hanya berupa tempat tinggal gratis, tetapi juga upaya untuk mencari lokasi yang dekat dan memastikan tinggal gratis. Astripi berharap dapat terus berupaya menuju keberlanjutan dengan memiliki lahan sendiri dan pengembangan fasilitas. Rencananya, mereka akan membuka pojok baca terkait kanker dan tumor untuk meningkatkan pengetahuan dan dukungan.

"Dengan kapasitas maksimal 35 orang, Rumah Singgah pernah penuh hingga tidur di luar, menunjukkan tingginya permintaan bantuan," tambah Astripi. Dia berharap upaya ini dapat menciptakan lingkungan di mana orang tidak takut menghadapi kanker dan mengakhiri stigma seputar penyakit ini. (*)

Editor: Redaksi