search

Hukum & Kriminal

apokaliptik adalahsatu keluarga tewas di kalideres

Dugaan Ahli Kriminal Soal Kasus Satu Keluarga Tewas di Kaliders, Korban Menganut Paham Apokaliptik?

Penulis: Redaksi Presisi
Senin, 14 November 2022
Dugaan Ahli Kriminal Soal Kasus Satu Keluarga Tewas di Kaliders, Korban Menganut Paham Apokaliptik?
Ilustrasi Jenazah

Presisi.co -Ahli Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, memberi analisa lain soal peristiwa kematian satu keluarga di Kalideres. Ada unsur kesengajaan dalam kasus tersebut. Ia bahkan menduga keluarga tersebut memiliki keyakinan apokaliptik.

"Jangan-jangan dari keempatnya penganut paham akhir dunia atau apokaliptik dan mencabut nyawa dengan cara yang ekstrem," ujar Adrianus, Sabtu, 12 November 2022, dikutip dari Tribun.

"Saya bayangkan bunuh diri dengan melaparkan diri, tetapi saya tidak yakin orang mampu melakukan tindakan seperti itu," sambungnya.

Dilansir dari buku bertajuk ‘Apocalypticism, Millenarianism, and Messianism’ oleh Lutz Greisiger, 2015. Paham Apokaliptik atau Apokaliptisisme, adalah keyakinan bahwa akhir zaman sudah dekat dan bisa terjadi dalam masa hidup seseorang. Keyakinan ini kerap muncul disertai gagasan bahwa peradaban akan segera berakhir dengan gejolak akibat peristiwa global.

Salah satu contoh terkenal paham Apokaliptik, adalah kasus Keluarga Charles Manson di Amerika pada 16960-an akhir. Dikutip dari sejumlah sumber, kala itu Manson disebut berhasil merekrut orang-orang dan membangun sebuah komune atau cult, yang mempercayai bahwa perang ras yang berujung kiamat akan terjadi dalam waktu dekat.

Manson dan ‘keluarganya’ pun melakukan sejumlah, penyerangan, kejahatan kecil, pencurian, dan pembunuhan. Satu orang artis Hollywood, Sharon Tate, dan tiga orang lainnya tewas di tangan anggota keluarga Manson.

Meskipun demikian, Adrianus kembali mengingatkan bahwa dugaan paham Apokaliptik tersebut adalah sebuah kemungkinan. Ia menjelaskan kesimpulan yang tepat baru bisa diambil setelah hasil otopsi yang akurat.

"Tentu ada motif ya kenapa seperti itu, harus menunggu hasil autopsi yang akurat," pungkasnya. (*)

 

Editor: Bella