search

Daerah

Hetifah Creative Economy CircleEkraf KaltimHetifah Sjaifudian

Kaltim Punya Peluang di Sektor Ekraf, Hetifah Ajak Pelaku UMKM Melek Digital

Penulis: Redaksi Presisi
Jumat, 27 Mei 2022
Kaltim Punya Peluang di Sektor Ekraf, Hetifah Ajak Pelaku UMKM Melek Digital
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian (tengah) saat Sosialisasi Program Pengembangan Ekonomi Kreatif Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif di Hotel Novotel Balikpapan pada Kamis, 26 Mei 2022. (Istimewa)

 

Balikpapan, Presisi.co - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian turun tangan menempa talenta-talenta kreatif yang ada di Benua Etam. Teranyar, politisi Golkar yang berkantor di Senayan itu, menggelar pelatihan bertajuk “Sosialisasi Program Pengembangan Ekonomi Kreatif Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif” di Hotel Novotel Balikpapan pada Kamis, 26 Mei 2022. 

Menurut Hetifah, di era digital saat ini, UMKM harus mampu beradaptasi. Terlebih, Kaltim disebutnya memiliki potensi besar di dunia ekonomi kreatif.

“Walaupun usaha kesannya bukan kreatif, seperti nasi goreng, lalap, gudeg, tetap harus mengemas dan memasarkan produknya dengan cara kreatif. Selain itu, juga harus punya email, sosial media, dan akun pesan antar. Jadi, selain nilai produk bertambah, juga dapat menjaring pasar lebih luas,” terangnya.

Saat pelatihan yang dihadiri oleh 60 peserta itu, Hetifah juga mengajak Riwud Mujirahayu, Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Muhaimin Plt. Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Arief Dwiyanto Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Balikpapan, serta narasumber Gais Andrew dan Filsa Budi Ambia. Termasuk, 9 fasilitator yang merupakan muda-mudi Balikpapan tersebut bertugas mengajarkan para pelaku UMKM.

Di mata Hetifah, Kaltim sudah punya modal sangat besar di sektor pariwisata ekonomi kreatifnya, hingga berkah menjadi IKN.

"Market Kaltim untuk produk Ekraf juga masih sangat luas, mulai dari kuliner, fashion, kriya, baik di tingkal lokal, nasional, maupun internasional,” paparnya

Sementara, para fasilitator yang terlibat dalam pelatihan kali ini, disebut Hetifah, masuk dalam bagian Hetifah Creative Economy Circle atau HCEC. Melalui HCEC, para pelaku ekonomi kreatif Kaltim dapat berjejaring, bertukar informasi dan gagasan, serta menjadi mentor bagi satu dan lainnya.

"Semangat HCEC adalah dari Kaltim untuk Kaltim,” tegasnya.

Menambahkan, Riwud Mujirahayu sampaikan pentingnya sinergi Kemenparekraf dengan DPR RI untuk kemajuan Ekonomi Kreatif.

“Kami sangat bangga memiliki Ibu Hetifah yang selalu mendukung anggaran program pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya Balikpapan. Contohnya bantuan PEN musik dan film sebesar 75 Milyar. Harapannya, kolaborasi antara DPR dan Kemenparekraf akan terus berlangsung dengan baik mengingat Ekraf menjadi andalan pandemi dan paska pandemi,” ujarnya.

 

Tak ingin ketinggalan, Muhaimin, turut berbagi pengalamannya dalam mempromosikan UMKM produksi rumahan. “Eco Print usaha keluarga kami yang bernama IM Pelita merintis dari bawah selama 2 tahun. Istri saya belajar dari sosialisasi, awalnya tidak bisa menjahit, hingga bisa menjadi desainer, dan kini jaket kami dipakai Pak Sandi Menparekraf. Intinya, kalangan 50 tahun keatas tidak ada kata terlambat. Berkarya dalam kebersamaan keluarga pasti bisa meningkatkan ekonomi keluarga,”ucapnya.

Selama kegiatan, Gais Andrew dan Filsa Budi Ambia juga banyak berbagi pengalaman mereka ke para peserta pelatihan, terkait dengan optimalisasi sosial media, sebagai sarana promosi produk para pelaku UMKM, yang jika dilakukan dengan benar, mampu menjangkau pasar yang lebih luas, hingga ke luar daerah. (*)

Editor: Yusuf