search

Daerah

Wali Kota SamarindaAndi HarunCiptakan 1000 UMKMPeresmian Sentra Komiditi Ikan NilaPemkot SamarindaSamarinda

Wali Kota Andi Harun Resmikan Sentra Budidaya Ikan Nila, Jadi Titik Awal Penciptaan 1000 UMKM di Samarinda

Penulis: Jeri Rahmadani
Rabu, 01 Desember 2021
Wali Kota Andi Harun Resmikan Sentra Budidaya Ikan Nila, Jadi Titik Awal Penciptaan 1000 UMKM di Samarinda
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat menangkap ikan di lokasi pembudidayaan ikan di RT 15, Jalan Ring Road II, Kelurahan Lok Bahu, Sungai Kunjang pada Rabu, 1 Desember 2021 siang. (Jeri Rahmadani/Presisi.co).

Samarinda, Presisi.co - Wali kota Samarinda, Andi Harun, telah meresmikan sentra budidaya komoditi ikan Nila yang terletak di RT 15, Jalan Ring Road II, Kelurahan Lok Bahu, Sungai Kunjang pada Rabu, 1 Desember 2021 siang.

Kawasan itu dikelola oleh dua kelompok budidaya ikan (Pokdakan) bernama Panorama Sejahtera Abadi dan Sahara. Pembudidayaan berlangsung di danau sekira 6 hektare yang diisi sekitar 400 keramba.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun secara simbolis menandai pencanangan sentra komoditi ikan Nila di kawasan itu dengan melepas dua kantong plastik bibit ikan Nila. Ia juga menetapkannya sebagai lokasi sentra komoditas ikan konsumsi sekaligus ikan hias di Kota Tepian.

Andi Harun mengungkapkan, kegiatan budidaya perikanan ini diharapkan menjadi salah satu alternatif usaha produktif masyarakat. Terlebih, di masa pandemi Covid-19  masih merebak seperti saat ini.

Hal tersebut menurutnya sejalan dalam mewujudkan cita-cita mencetak 10.000 pengusaha UMKM baru di Kota Tepian.

"Saya bangga dan mengapresiasi kepala dinas perikanan yang hari ini dan seterusnya berusaha meningkatkan budidaya perikanan. Bahkan, ini akan menjadi salah satu ekonomi produktif masyarakat. Implikasinya akan memberi dampak pembukaan lapangan usaha," ucapnya.

Dengan demikian, lanjut Andi Harun, sektor pembudidayaan ikan akan terus didorong Pemkot Samarinda sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat. Sebabnya, di sektor ini akan dijadikan program prioritas lantaran dampaknya yang sangat besar.

Andi Harun juga berjanji, pihaknya akan terus memberikan dukungan berupa pemberian bibit ikan, hingga peningkatan infrastruktur perihal akses budidaya ikan-ikan tersebut.

"Begitu pula dengan pelatihan, pendampingan, dan penyuluhan. Nantinya melalui OPD teknis akan menyiapkan desain pendampingan dari pemerintah bagi budidaya perikanan masyarakat Samarinda. Itu bisa pakai Pro Bebaya juga," imbuhnya.

Ketua Pokdakan Panorama Sejahtera Abadi yang membudidayakan ikan konsumsi, Sukardi menyebutkan, mulanya pihaknya menjalankan usaha keramba di Rawa Bening, lalu kemudian berpindah ke RT 15, Kelurahan Lok Bahu, belum lama ini lantaran adanya penggusuran.

Sukardi mengaku dalam satu kali panen pembudidayaan ikan Nila bisa menghasilkan Rp 4 juta sampai Rp 5 juta. Meskipun di danau sekitar 6 hektare dikatakannya tak hanya dibudidayakan ikan Nila saja. Melainkan, turut ada ikan lele, gurame, patin, yang dikelola kelompoknya, hingga turut ada ikan hias jenis Koi yang dikelola Pokdakan Sahara.

Sukardi berharap pemerintah kota bisa membantu hingga memfasilitasi distribusi penjualan hasil panen ikan dari lokasi itu.

"Sementara ini kami jual sendiri, misalnya ada yang pesan 10 kilogram tetap kami layani. Jadi kami berharap dari pemerintah ada akses untuk penyaluran hasil, mungkin kami akan komunikasi dengan dinas perikanan untuk bisa dipasarkan ke Pusat Pelelangan Ikan (PPI). Itu karena kalau panen disini sangat berlimpah,” ujar Sukardi. (*)