search

Daerah

Danish Faezya Raqila PutraAlita Ayudya InnaraYatim Piatu karena Covid-19 di Samarinda Cita-cita Jadi Hafidz Qur'an

Calon Penghafal Quran di Samarinda Ini Jadi Yatim Piatu karena Covid-19, Kini Hidup Bersama Kakeknya yang Kerja sebagai Sopir

Penulis: Jeri Rahmadani
Rabu, 28 Juli 2021
Calon Penghafal Quran di Samarinda Ini Jadi Yatim Piatu karena Covid-19, Kini Hidup Bersama Kakeknya yang Kerja sebagai Sopir
Danish Faezya Raqila Putra 8 tahun (kiri) dan Alita Ayudya Innara 3 tahun (dua dari kiri), di rumah sang kakek, Munir Rudiyono di Jalan Rajawali Dalam I, Sungai Pinang, Samarinda, Rabu 28 Juli 2021. (Jeri Rahmadani/Presisi.co)

Samarinda, Presisi.co – Dua bersaudara di Samarinda yang masih berumur 3 tahun dan 8 tahun ini harus rela kehilangan kedua orangtuanya karena meninggal dunia terpapar Covid-19.

Munir Rudiyono, kakek dari Danish Faezya Raqila, 8 tahun, dan Alita Ayudya Innara, 3 tahun, menjelaskan meninggalnya kedua orangtua anak-anak tersebut.

Dengan suara parau, Munir pelahan menuturkan, ibu dari Danish dan Alita yang bernama Binti Munfaidah, 34 tahun, meninggal dunia pada 26 Juni 2021 lalu. Awalnya, pihak keluarga mengira sang ibu sakit sesak napas karena punya riwayat asma. "Kemarin dikira sakit biasa. Biasanya kalau panas dingin dan sesak napas (karena asma) paling satu hari satu malam hilang sendiri. Tapi enggak tahu kemarin itu, tiga hari tidak hilang. Sakitnya sekitar 17 Juni 2021 lalu," tutur Munir saat disambangi Presisi.co di kediamannya di Jalan Rajawali Dalam I, Sungai Pinang, Samarinda, Rabu 28 Juli 2021 sore.

Munfaidah kemudian dibawa ke rumah sakit pada 21 Juni 2021 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) di Jalan Palang Merah Nomor 1, Sidodadi, Samarinda Ulu, dan dirawat selama lima hari di sana. Hingga kemudian kabar duka itu datang. Binti Munfaidah dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2021.

Sang suami, Eko Prasetyo, 35 tahun, yang juga dirawat bersamaan dengan Munfaidah saat awal masuk RSUD AWS, yang mendengar kabar itu membuat kondisinya menurun. "Sang suami dinyatakan Covid-19 di rumah sakit. Jadi dirawat satu ruangan bersama istri. Waktu istrinya meninggal, kondisinya terus menurun," papar Munir.

Tidak ada kepastian kapan kedua orangtua Danish dan Alita dinyatakan terpapar Covid-19. Yang pasti, setelah memasuki rumah sakit akibat kondisi Munfaidah yang tak kunjung membaik, keduanya dipastikan terpapar Covid-19 dan dirawat bersamaan. "Waktu itu kondisi tubuh mereka sudah panas. Jadi, minta bantuan ambulans Satgas Covid-19 untuk mengantar ke rumah sakit," terang Munir.

Eko dinyatakan meninggal dunia tepat lima hari kemudian setelah Munfaidah wafat. Yakni pada 1 Juli 2021. "Keluarga sempat mengirim madu, jahe, jamu-jamuan, sampai nasi goreng permintaan mereka," lanjut Munir.

"Danish dan Alita sekarang tinggal sama saya. Awalnya tinggal di Gunung Lingai, Samarinda Utara, bersama dengan ayah dan ibunya," tambahnya.

Munir menjelaskan, sebelum menantu dan anak kandungnya itu dibopong ke rumah sakit, Danish dan Alita lebih dulu dititipkan kepadanya.

Alasannya, karena sang ibu merasa tidak enak badan, mudah capek, lalu muncul inisiatif mengantarkan Danish dan Alita kepada Munir.

Dibeberkan Munir, sang kakak, Danish, saat ini sekolah di Kelas II SD Muhammadiyah Gang Ahim, Jalan KH Wahid Hasyim II, Sempaja Selatan, Samarinda Utara.

Saat ini Munir dan pamannya Danish dan Alita hanya bekerja sebagai sopir ekspedisi pengantar barang lintas kabupaten/kota di Kaltim.

Biaya pendidikan Danish dan Alita sudah pasti akan diurus sang nenek, paman, dan dirinya. Pendidikan Danish dan Alita menjadi tanggung jawab nomor wahid di keluarga ini. Meski demikian, jika ada warga yang berdonasi, Munir tak menolak. "Yang penting kami tidak minta-minta. Kalau ada orang baik kami terima saja," ungkapnya.

Jika kelak dewasa, Danish yang masih kelas II SD itu mengaku ingin menjadi penghafal Quran. Keinginan ini muncul lantaran mengingat mendiang kedua orangtuanya.

"Ingin jadi hafiz Quran. Karena ingin memasukkan semua keluarga ke surga, karena bunda mintanya seperti itu," ucapnya polos.

Bagi seluruh pihak yang ingin terhubung dengan keluarga Danish dan Alita dapat menghubungi pamannya di nomor 082158680402. (*)
Editor: Rizki

Baca Juga