search

Daerah

Pedagang Sari Laut di BalikpapanBatal Mudik karena PandemiCerita MudikDilarang Mudik

Cerita Mudik Pedagang Sari Laut di Balikpapan, Pernah Tertahan Empat Bulan di Kampung Halaman

Penulis: Nur Rizna Feramerina
Rabu, 07 April 2021
Cerita Mudik Pedagang Sari Laut di Balikpapan, Pernah Tertahan Empat Bulan di Kampung Halaman
Reza, pedagang makanan sari laut yang telah 13 tahun berjualan di Balikpapan. (Nur Rizna Feramerina/Presisi.co)

Balikpapan, Presisi.co - Larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah membuat sebagian masyarakat Indonesia kecewa. Termasuk para pedagang yang merantau ke Balikpapan untuk mencari nafkah.

Salah satunya Reza (35) yang merupakan penjual makanan sari laut di Jalan Projakal Km 5,5 Balikpapan Utara sejak 13 tahun lalu. Akibat larangan mudik, ia terpaksa tidak pulang ke kampung halamannya di Lamongan, Jawa Timur.

Padahal, momen Lebaran adalah satu-satunya waktu ia dan keluarganya di Balikpapan bisa pulang kampung mengunjungi orangtua dan keluarga besar.

“Ya kecewa, tapi mau bagaimana lagi,” kata Reza kepada Presisi.co.

Ia menceritakan pengalamannya mudik pada Idulfitri 2020 lalu. Reza telah memesan tiket pesawat lima bulan sebelum Lebaran. Namun akibat ada larangan mudik, ia mengubah jadwal keberangkatan menjadi di awal Ramadan.

Reza terpaksa bertahan kurang lebih empat bulan di kampung halaman. Akibat tidak bisa kembali ke Balikpapan. Itu mengganggu aktivitas jualannya.

“Empat bulan tak jualan,” ucapnya.

Lebaran tahun ini, Reza belum memesan tiket pesawat. Sebab pemerintah telah mewanti-wanti larangan mudik. Namun ia berencana pulang setelah Lebaran, sebab ada acara keluarga yang harus dikunjungi.

Ia berharap pandemi segera selesai. Setahun belakangan ini, penjualannya menurun. Biasanya, ia menyediakan 6 kilogram nasi setiap malam. Semenjak pandemi, ia hanya mampu menjual 4 kilogram nasi.

“Alhamdulillah 4 kilogram nasi ini sering habis. Enggak berani kalau menyiapkan banyak,” pungkasnya. (*)

Editor: Rizki

 

Baca Juga