search

Internasional

Swedia tolak gunakan maskerPandemi Covid-19Johns HopkinsStaffan Normarkprofesor mikrobiologiMasker

Berbeda Dari Negara Lain, Ternyata Swedia Tidak Merekomendasikan Untuk Pakai Masker

Penulis: Redaksi Presisi
Minggu, 22 November 2020
Berbeda Dari Negara Lain, Ternyata Swedia Tidak Merekomendasikan Untuk Pakai Masker
Suasana di salah satu sudut kota Swedia. Nampak warga tak menggunakan masker di masa pandemi. (Foto : AFP/Jonathan Nackstrand)

Presisi.co - Walaupun saat ini penyebaran dari virus Covid-19 semakin meningkat, namun hal berbeda datang dari pejabat kesehatan Swedia yang menolak mandat untuk mewajibkan mengenakan masker di transportasi umum. Padahal para ahli telah mengatakan bahwa ventilasi yang memadai hingga pemakaian masker wajah merupakan langkah penting agar dapat mencegah penyebaran virus Covid-19 baik di dalam ruangan maupun di transportasi umum.

Bisa terlihat bahwa sebagian besar negara memang sudah sepakat agar dapat menutup mulut dan hidung mereka di tempat yang banyak orang. Tetapi di Swedia yang menggunakan transportasi umum, pergi berbelanja, ataupun pergi ke sekolah tidak mengenakan masker, bahkan hanya beberapa masyarakat saja yang menutupi wajahnya dengan masker.

Selain itu, Pemerintah negara itu pun tidak menutup bar, restoran, pusat kebugaran, dan tidak memberlakukan PSBB. Hal ini dikarenakan pejabat kesehatan Swedia berpendapat jika masker tidak efektif untuk mengatasi penyebaran virus Covid-19 ini. Mereka percaya bahwa lebih penting agar dapat menerapkan jarak sosial dan mencuci tangan daripada mengenakan masker.

Sebenarnya hal ini sedikit aneh, Swedia yang merupakan negara kecil berpikir jika mereka lebih tahu dan paham mana yang terbaik daripada dengan negara lain yang ada di dunia. Padahal sudah jelas bahwa masker itu juga efektif dalam meminimalkan penyebaran dari virus Covid-19. Terlebih lagi menurut pelacakan dari Johns Hopkins, Swedia sendiri bahkan dalam sebulan terakhir ini telah mencatat 94 ribu lebih kasus baru. Sedangkan kasus infeksi lebih dari 200 ribu hingga 6 ribu lebih masyarakatnya meninggal.

Staffan Normark, yang merupakan profesor mikrobiologi, mengutip bukti baru jika penggunaan masker bisa menurunkan risiko infeksi yang terjadi di udara, yang mana terjadi saat partikel kecil yang di dalamnya mengandung virus melayang dengan potensi dapat menginfeksi ketika terhirup.

Sehingga dapat dikatakan bahwa agar dapat mengurangi infeksi dengan efektif dan cepat, kita harus menggunakan semua alat yang memang efektif dalam melindungi diri dari virus Covid-19 ini, dan hal tersebut termasuk juga menggunakan pelindung wajah.