Hukum & Kriminal

Anjing K-9 Lacak Jejak Yusuf di PAUD Jannatul Atfhal, Ini Hasilnya

Penulis: Topan

Tim Sabara Polda Kaltim saat mengiringi pelacakan jejak Ahmad Yusuf Ghazali oleh Unit K-9. Selasa (18/)

Presisi - Anjing pelacak dari unit K-9 Sabara Polda Kaltim turun digiring pihak kepolisian untuk mengungkap kematian Ahmad Yusuf Ghazali (4), Selasa (18/2) sore.

Unit K-9 bernama "Tappy" diharapkan memberi petunjuk jejak Yusuf ketika pertama hilang dari PAUD Jannatul Atfhal di Jl AW Sjahranie.

Disaksikan orang tua Yusuf, Bambang Sulistiyo, anjing pelacak menyusuri jalur parit berada dekat PAUD hingga menuju jalan keluar Jl AW Sjahranie, Selasa (18/2) pukul 18.00.

"Dari 2 kali pelacakan, anjing saya tetap mencium (Yusuf) diatas parit," ujar pawang anjing K-9, Briptu Cornelius. Dia meyakini Yusuf terjatuh ke dalam parit, setelah penulusuran ini dan bukan diculik orang lain.

"Kalau (Yusuf) dibawa orang pasti anjing saya mengarah jalan bukan ke arah parit," Lanjut Cornelius.

Diungkapkannya, Tappy, unit K-9 yang dibawanya ini, sudah membantu tim kepolisian dalam mengungkap 6 kasus. Mulai dari pencurian dan orang hilang. Masing-masingm kasus diantaranya terjadi di Balikpapan, Kota Bangun dan Tabang.

Sedangkan, untuk kali kedua pelacakan oleh tim Sabara Polda Kaltim ini, turut disaksikan pula orang tua Yusuf.

Semula, pelacakan dilakukan dengan menciumkan sepatu berwarna hitam yang pernah digunakan mendiang Yusuf semasa hidupnya.

Video Selengkapnya : Menelusuri Jejak Ahmad Yusuf Ghazali

Sepatu lalu diarahkan ke hidung Tappy. Kemudian, anjing tersebut berjalan mengarah keluar PAUD menyusuri parit-parit.

Untuk diketahui, saat pelacakan jejak pertama, hadir pula pihak PAUD serta Ketua RT setempat.

Tappy, menyusuri parit atau selokan hingga berjarak 500 meter, tepatnya hingga pinggir Jalan AW Sjahranie.

Bambang Sulistyo, ayah mendiang Yusuf yang saat itu turut hadir mengaku tak ingin menaruh harap atas hasil pelacakan unit K-9.

Suami dari Melisari, ibunda Yusuf ini memilih untuk menunggu hasil auotopsi yang dilaksanakan oleh Tim Forensik Mabes Polri, Selasa (18/2) pagi hingga siang tadi.

"Kami akan menunggu hasil autopsi nanti," kata Bambang.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang kembali mengomentari proses autopsi yang dipimpin oleh Kombes Pol dr Sumy Hastry. 

Selain berharap pihak kepolisian dapat bekerja secara independen dalam menangani misteri kematian Yusuf, Bambang juga mengucapkan terima kasih, lantaran menilai proses autopsi hari ini terjadi berkat permintaan keluarga didampingi tim penasehat hukumnya sejak bertemu Hotman Paris di Kedai Kopi Joni, Jakarta beberapa waktu lalu.

ahmad-yusuf-ghazalipolda-kaltimsamarinda

Baca Juga