Proyek Jalan Krayan-Malinau Ditargetkan Selesai 2028
Penulis: Redaksi Presisi
57 menit yang lalu | 0 views
Peninjauan jalan penghubung Krayan-Malinau. (Sumber: Prokompim Nunukan)
NUNUKAN, Presisi.co – Pembangunan jalan yang menghubungkan Krayan, Kabupaten Nunukan, dengan Malinau ditargetkan rampung pada 2028. Rencana tersebut mencakup dua ruas yang diharapkan membuka akses darat kawasan Krayan menuju pusat pemerintahan dan ekonomi di Kalimantan Utara.
Tindak lanjut pembangunan jalan itu muncul setelah rapat koordinasi di Malinau dan kunjungan Kementerian Pekerjaan Umum ke kawasan Krayan. Usulan tersebut sebelumnya disampaikan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri.
Dua ruas yang direncanakan meliputi akses dari kawasan Bandara Yuvai Semaring melalui Pa’ Bawan dan Krayan Tengah menuju Malinau, serta konektivitas dari arah Malinau menuju Krayan.
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri mengatakan pembangunan jalan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka akses masyarakat Krayan yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas darat.
“Alhamdulillah, apa yang selama ini kita perjuangkan untuk masyarakat Krayan mulai mendapat tindak lanjut. Dua ruas jalan ini menjadi bagian penting untuk membuka akses Krayan menuju Malinau,” ujar Irwan.
Ia berharap pembangunan berjalan sesuai tahapan sehingga konektivitas darat Krayan-Malinau dapat terwujud pada 2028.
Menurut Irwan, keberadaan jalan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat berdampak terhadap aktivitas ekonomi. Akses yang lebih baik diharapkan menekan biaya logistik, memperlancar distribusi kebutuhan pokok, serta mempermudah pemasaran hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Krayan.
“Kita ingin masyarakat Krayan semakin mudah bergerak, hasil pertanian dan perkebunan semakin mudah dipasarkan, biaya logistik semakin rendah, dan pelayanan pemerintah semakin mudah dijangkau. Ini adalah kepentingan masyarakat yang harus kita kawal bersama,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Nunukan selanjutnya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Kementerian Pertahanan, serta kementerian dan lembaga terkait untuk mengawal tahapan pembangunan.
Irwan menegaskan pembangunan konektivitas Krayan-Malinau harus menjadi perhatian bersama karena akses jalan dinilai dapat membuka peluang ekonomi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan publik.
“Krayan tidak boleh terus berada dalam keterbatasan akses. Kita ingin jalan ini benar-benar hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.