DPRD Samarinda Dorong Transportasi Bus Mulai Beroperasi 2027
Penulis: Redaksi Presisi
Kamis, 27 Agustus 2026 | 467 views
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Achmad Sukamto. (Presisi.co)
Samarinda, Presisi.co — DPRD Samarinda mendorong Pemerintah Kota Samarinda merealisasikan layanan angkutan umum berbasis bus pada 2027.
Program yang diusulkan dengan nama Trans Samarinda itu dirancang sebagai alternatif transportasi publik sekaligus pengganti angkot yang dinilai tidak lagi mengalami peremajaan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Achmad Sukamto, mengatakan pemerintah memiliki kewajiban menyediakan angkutan umum untuk masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Pemerintah wajib menyediakan prasarana angkutan umum untuk kepentingan masyarakat umum,” kata Sukamto, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, Samarinda perlu mulai memperkuat sistem transportasi publik berbasis bus. Ia menyebut sejumlah daerah telah lebih dulu menerapkan layanan serupa, sementara Samarinda dinilai masih membutuhkan angkutan umum dengan sistem tersebut.
“Samarinda ini tinggal salah satunya yang belum punya angkutan umum seperti itu,” ujarnya.
Dalam tahap awal, Trans Samarinda direncanakan memiliki dua trayek yang mulai diuji coba pada 2027.Trayek A akan melayani rute Big Mall, Pasar Pagi, Jembatan Satu, kemudian berputar melalui kawasan Lembuswana sebelum kembali ke jalur semula.
Sementara Trayek B dirancang melayani perjalanan berkeliling di kawasan dalam kota.
Untuk tarif, penumpang nantinya diusulkan membayar Rp5.000 untuk sekali perjalanan. Besaran tarif tersebut berlaku tanpa membedakan jarak selama perjalanan masih berada dalam trayek yang ditentukan.
“Bayarnya Rp5.000, jauh dekat sesuai trayeknya. Pembayarannya nanti sudah modern pakai QRIS, tidak ada tunai,” jelasnya.
Politisi Golkar ini mengatakan sistem pembayaran non-tunai tersebut disiapkan agar layanan transportasi umum dapat dikelola secara lebih modern.
Pengelolaan Trans Samarinda nantinya dapat melibatkan pihak ketiga, sedangkan pelaksanaan program berada pada organisasi perangkat daerah terkait, yakni Dinas Perhubungan Samarinda.
Ia juga menyebut kehadiran bus umum diarahkan untuk menggantikan angkot yang selama ini beroperasi.
Menurutnya, peremajaan angkot tidak lagi menjadi pilihan utama dalam pengembangan transportasi umum Samarinda.
“Angkot sekarang sudah tidak ada peremajaan lagi. Makanya kita ganti dengan angkutan umum berupa bus,” katanya.
Sukamto berharap rencana tersebut dapat direalisasikan pada 2027. Pemerintah kota didorong mulai menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan agar layanan Trans Samarinda dapat berjalan.
“Kita akan upayakan 2027 ini bisa terealisasi. Harapannya pemerintah kota menyiapkan sarana dan prasarana angkutan umum,” pungkasnya. (*)