Karhutla Samarinda Capai 273 Hektare, DPRD Minta Perusahaan Ikut Turun Tangan
Penulis: Presisi 1
Selasa, 15 September 2026 | 0 views
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Presisi.co)
Samarinda, Presisi.co — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Samarinda telah mencapai hampir 273 hektare.
Di tengah kondisi tersebut, DPRD Samarinda mendorong keterlibatan perusahaan untuk ikut mendukung penanganan karhutla melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar mengatakan, pihaknya berencana memanggil perusahaan-perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan usaha di Samarinda untuk membahas dukungan terhadap penanganan karhutla.
“Kita akan merencanakan memanggil perusahaan-perusahaan yang ada kaitan dengan CSR-nya untuk membantu men-support penanganan karhutla ini,” beber Deni, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan satuan tugas (satgas). Keterlibatan pihak lain, termasuk perusahaan, diperlukan untuk memperkuat upaya penanganan di lapangan.
Ia menilai perusahaan yang mengambil manfaat dari sumber daya alam juga perlu menunjukkan kontribusi ketika daerah menghadapi persoalan lingkungan.
“Kita tidak ingin mereka hanya mengambil daripada hasil alamnya saja, tapi kita ingin semua fungsi dan eksistensi mereka itu bisa membantu penanganan masalah karhutla ini,” ujar politisi Gerindra ini.
Ia menyebut, sejauh ini sudah ada perusahaan yang memberikan bantuan dalam penanganan karhutla. Namun, ada pula perusahaan yang masih mempersiapkan bentuk dukungannya.
“Tadi mungkin ada yang sudah membantu, ada juga yang sedang mempersiapkan,” katanya.
DPRD Samarinda, lanjutnya, ingin kembali menggerakkan keterlibatan perusahaan agar dukungan tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama.
Hal itu menjadi bagian dari pembahasan DPRD bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengenai penanganan dan mitigasi karhutla di Samarinda.
“Ini menjadi atensi kita. Artinya, kita tidak ingin kebakaran hutan dan lahan ini yang sudah mencapai sekitar 273 hektare, meluas di Kota Samarinda. Pastinya kita ingin penanganan yang maraton dan komprehensif terhadap kebakaran ini,” katanya.
Selain dukungan perusahaan, kesiapsiagaan satgas juga menjadi perhatian. Pemantauan titik-titik api dilakukan selama 24 jam untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Karena itu, ia mengapresiasi kerja BPBD dan satgas yang terus melakukan penanganan karhutla di Samarinda.
“Makanya kami sangat mengapresiasi sekali apa yang dilaksanakan oleh teman-teman di BPBD dan juga satgas dalam hal ini dalam penanganan karhutla ini,” katanya.
Ia berharap seluruh pihak, termasuk perusahaan, dapat mengambil bagian dalam penanganan karhutla yang diperkirakan masih menjadi persoalan selama periode kemarau. (*)