Dinsos Samarinda Gandeng LPK Ghanesa Dorong Kemandirian Disabilitas melalui Pelatihan Bakery dan Pastry
Penulis: Presisi 1
47 menit yang lalu | 0 views
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Samarinda bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ghanesa menggelar Pelatihan Kewirausahaan Bakery dan Pastry bagi penyandang disabilitas.
Samarinda, Presisi.co – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Samarinda bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ghanesa menggelar Pelatihan Kewirausahaan Bakery dan Pastry bagi penyandang disabilitas. Kegiatan yang berlangsung pada 3–4 September 2026 di Mako Resimen Mahasiswa Mulawarman, Jalan Banggeris, Samarinda, itu bertujuan meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha bagi peserta.
Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda, Mochammad Arif Surochman, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui penguatan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan selama dua hari, tetapi juga pada keberlanjutan hasil yang diperoleh peserta setelah program berakhir.
“Kegiatan ini tidak selesai sampai di sini. Kami akan memantau dan menyiapkan formulasi ke depan terkait tindak lanjut program ini. Yang paling utama, kegiatan ini harus diikuti sampai selesai agar pengetahuan, informasi, dan keterampilan bakery maupun pastry dapat tersampaikan dengan baik dari instruktur kepada peserta,” ujar Arif saat membuka kegiatan.
Ia menjelaskan, keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha mandiri maupun meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga.
“Kami berharap ada perubahan sebelum dan sesudah pelatihan. Peserta yang sebelumnya belum mengetahui teknik pembuatan produk bakery dan pastry nantinya dapat memahami bahkan mengembangkannya menjadi peluang usaha,” katanya.
Pelatihan tersebut turut dihadiri Direktur Utama Ghanesa Group, Bayu Reksa Nugraha, serta perwakilan LPK Ghanesa, Ridha Apriani. Selama dua hari, peserta mendapatkan materi dan praktik langsung yang dipandu instruktur berpengalaman di bidang bakery dan pastry.
Ridha Apriani mengatakan kolaborasi antara Dinsos Samarinda dan LPK Ghanesa diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta melalui peningkatan kompetensi kerja.
“Kami berharap pelatihan ini dapat menambah keterampilan peserta sehingga memiliki bekal yang lebih baik untuk berwirausaha maupun memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Dinsos Samarinda dan LPK Ghanesa berharap penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan daya saing, serta mewujudkan kemandirian ekonomi melalui sektor usaha kuliner. (*)