search

Daerah

Karhutla Kalimantan Ancam Pusat Rehabilitasi Orangutan Orangutan BORA Labanan

Karhutla Ancam Pusat Rehabilitasi Orangutan BORA Labanan, Api Mendekat hingga 500 Meter

Penulis: Muhammad Riduan
3 jam yang lalu | 0 views
Karhutla Ancam Pusat Rehabilitasi Orangutan BORA Labanan, Api Mendekat hingga 500 Meter
Pusat Rehabilitasi Orangutan Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA) Labanan.

Berau, Presisi.co – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam Pusat Rehabilitasi Orangutan Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA) Labanan yang berada di kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Labanan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

Kobaran api yang melanda kawasan hutan tersebut dilaporkan terus merambat dan sempat mendekati area pusat rehabilitasi. Titik api yang sebelumnya berada sekitar 1 hingga 1,3 kilometer dari lokasi, kini telah mendekat hingga radius sekitar 500 meter dari pemukiman dan kandang rehabilitasi satwa.

Manager BORA yang dikelola Centre for Orangutan Protection (COP), Widi Nursanti, mengatakan timnya bersama sejumlah pihak telah berjibaku melakukan pemadaman untuk mencegah api semakin mendekati pusat rehabilitasi.

"Pusat Rehabilitasi Orangutan COP yang berada di KHDTK Labanan terancam oleh kebakaran hutan dan lahan. Tim Centre for Orangutan Protection telah berjibaku untuk memadamkan api, baik di radius terdekat yaitu 500 meter dari pusat rehabilitasi hingga radius-radius terluar yang juga dapat mengancam keberadaan orangutan di dalam pusat rehabilitasi orangutan,” ujar Widi, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, pemadaman dilakukan selama beberapa hari. Kondisi sedikit terbantu setelah hujan turun di kawasan KHDTK Labanan.

“Setelah beberapa hari dilakukan pemadaman, air hujan turun dan cukup memberikan waktu untuk tim pemadam beristirahat karena hujan yang membantu pemulihan dan juga proses pemadaman api,” katanya.

Meski hujan memberikan ruang bagi tim untuk beristirahat dan membantu proses pemadaman, Widi menegaskan ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir. Tim tetap disiagakan untuk memastikan kawasan pusat rehabilitasi dan satwa di dalamnya tetap aman.

“Tetapi ancaman iklim tetap menghantui kami, yang mana kami terus bersiaga untuk memastikan kawasan kami aman,” ujarnya.

Salah satu orangutan yang menjadi perhatian tim medis adalah Ambon, individu orangutan yang saat ini menjalani program rehabilitasi di BORA Labanan.

Dokter hewan COP, drh. Wardiman, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan Ambon selama karhutla berlangsung.

Beberapa hari sebelumnya, abu sisa kebakaran dilaporkan sempat berada di sekitar kandang Ambon. Selain itu, api juga sempat berada kurang dari satu kilometer dari kandang orangutan tersebut.

“Di tengah kondisi karhutla ini, kita memantau secara bertahap kondisi kesehatan orangutan Ambon. Dampak dari karhutla itu sendiri, di beberapa hari yang lalu kita sudah melihat beberapa abu sisa bakaran yang sempat berada di dekat kandang Ambon,” kata Wardiman.

“Pada malam-malam sebelumnya, api sempat berada sekitar kurang dari 1 km dari kandang Ambon. Jadi kita tim medis dan staf-staf yang lain bersiaga apabila ada kondisi emergensi,” lanjutnya.

Meski berada di tengah ancaman asap dan abu kebakaran, kondisi kesehatan Ambon sejauh ini masih terpantau baik.

Tim medis secara berkala melakukan pemeriksaan, mulai dari urinalisis hingga pemeriksaan feses. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi Ambon masih normal dan tidak ditemukan parasit pada pemeriksaan feses.

“Secara urinalisis sendiri, terlihat Ambon normal urinalisisnya dan pemeriksaan feses tidak terdapat adanya parasit,” jelasnya.

Selain itu, nafsu makan Ambon juga masih baik. Aktivitas pergerakannya, termasuk lokomosi naik turun serta berpindah ke kiri dan kanan, masih berjalan normal.

“Dari nafsu makan sendiri, nafsu makan Ambon baik dan lokomosi naik turun juga baik serta berpindah kiri dan kanan juga baik,” ujarnya.

Tim medis juga memastikan sistem pernapasan Ambon masih dalam kondisi normal dan tidak menunjukkan tanda dehidrasi. Pemeriksaan fisik menunjukkan mukosa mulut masih berwarna pink dengan Capillary Refill Time (CRT) di bawah dua detik.

Di lapangan, tim COP bersama Manggala Agni dan relawan terus melakukan penyisiran dan pemadaman pada area yang berpotensi menjadi jalur perambatan api. Fokus pemadaman dilakukan pada zona terluar hingga radius sekitar 500 meter sampai satu kilometer dari kandang satwa.

Keterbatasan peralatan dan pasokan air menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Meski demikian, tim tetap bersiaga mengantisipasi kemungkinan api kembali membesar setelah kondisi kering.

COP juga telah menyiapkan skenario evakuasi darurat apabila kondisi terburuk terjadi dan api kembali mendekati area rehabilitasi. Orangutan, termasuk Ambon, disiapkan untuk dievakuasi menuju lokasi rehabilitasi cadangan COP di Kampung Tasuk, Berau.

Kesiapan tersebut mencakup kendaraan operasional, kandang transport khusus satwa liar, perlengkapan medis darurat, serta tim medis dan personel evakuasi yang disiagakan.(*)

Editor : Redaksi

 

Baca Juga