Cegah Kelainan Tulang Belakang, Mahasiswa UMM Beri Edukasi Skoliosis di SMPN 2 Tanjung Selor
Penulis: Presisi 1
12 jam yang lalu | 97 views
Waspada Tulang Belakang Melengkung, Mahasiswa UMM KelaS RPL ( Kelompok 5 ) Ajak Siswa SMPN 2 Tanjungselor "Melek" Skoliosis Sejak Dini!
Kaltara, Presisi.co - Tim mahasiswa Program Studi S1 Fisioterapi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari Kelompok 5 menggelar penyuluhan kesehatan mengenai pencegahan skoliosis bagi siswa SMP Negeri 2 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, pada 9 April 2026.
Kegiatan yang diikuti 26 siswa kelas VIII berusia 13 hingga 14 tahun tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya menjaga postur tubuh serta mencegah risiko skoliosis sejak dini.
Tim mahasiswa yang terdiri dari Muhammad Mukti Anggara Manis, Sudarmi, Arwin Leccen, dan Marselina Rannu memberikan edukasi terkait penyebab, gejala, hingga langkah pencegahan skoliosis yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Skoliosis merupakan kondisi kelainan tulang belakang yang melengkung secara tidak normal. Kebiasaan membawa tas sekolah terlalu berat pada satu sisi bahu maupun posisi duduk yang kurang tepat dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan tersebut.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman siswa mengenai kesehatan tulang belakang. Selanjutnya, peserta mendapatkan leaflet edukatif yang memuat informasi tentang skoliosis, mulai dari pengertian, gejala awal hingga cara pencegahannya.
Para siswa juga diajak mempraktikkan sejumlah latihan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah, seperti Pelvic Tilt, Plank, Cat-Cow, Bird-Dog, dan Seated Rotation Stretch. Setelah sesi praktik, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan post-test guna mengevaluasi pemah: , peserta setelah menerima materi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa UMM berharap siswa dapat lebih memperhatikan kesehatan postur tubuh, terutama pada masa pertumbuhan yang menjadi periode penting dalam perkembangan tulang belakang.
Kepala SMP Negeri 2 Tanjung Selor, Sarjono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa UMM yang memberikan edukasi kesehatan kepada para pelajar.
"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kedatangan adik-adik mahasiswa dari UMM. Jujur saja, edukasi spesifik mengenai postur tubuh dan risiko skoliosis seperti ini masih sangat jarang didapatkan oleh anak-anak. Padahal, di usia mereka yang sedang aktif-aktifnya belajar, kebiasaan membawa tas berat dan duduk membungkuk itu sudah menjadi pemandangan sehari-hari," ujarnya.
Menurut Sarjono, metode penyampaian materi yang dipadukan dengan praktik langsung membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang.
"Dengan adanya praktik langsung dan pembagian brosur ini, anak-anak jadi lebih sadar kalau menjaga posisi tubuh tegak itu penting untuk masa depan mereka. Kami berharap materi latihan sederhana yang diajarkan bisa terus dipraktikkan secara mandiri, baik di sekolah maupun di rumah masing-masing," tutupnya.
Kegiatan penyuluhan tersebut berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Selain menambah pengetahuan tentang skoliosis, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan hidup sehat dan kesadaran menjaga postur tubuh sejak usia sekolah. (*)