PDI Perjuangan Dorong Gerakan 10 Tanaman Pendamping Beras di PPU, Ananda Moeis Turun Langsung ke Petani
Penulis: Redaksi Presisi
Sabtu, 11 April 2026 | 77 views
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis saat sosialisasi gerakan 10 tanaman pendamping beras di PPU.(Ist)
Penajam, Presisi.co – Upaya penguatan ketahanan pangan terus digencarkan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan). Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, turun langsung mensosialisasikan gerakan menanam 10 tanaman pendamping beras bersama Kelompok Tani Sehati di Desa Giri Mukti, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Sabtu 11 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Ananda berdialog dengan petani untuk mengetahui komoditas yang selama ini dibudidayakan. Petani menyebut sejumlah tanaman seperti tomat, cabai, dan berbagai jenis sayuran.
Menanggapi hal itu, Ananda mendorong petani memperluas jenis tanaman melalui konsep diversifikasi pangan berbasis 10 tanaman pendamping beras.
“Selain tanaman yang sudah ada, kami mendorong agar petani mulai menanam tanaman pendamping beras. Ini penting untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Ananda juga menyerahkan bantuan pupuk kepada Kelompok Tani Sehati guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
“Kita berikan pupuk agar tanaman yang dihasilkan lebih produktif, berkualitas, dan memiliki nilai tambah,” tambahnya.
Ia menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen PDI Perjuangan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Gerakan ini ditargetkan berjalan masif dan berkelanjutan di seluruh kabupaten/kota di Kaltim.
“Kami ingin gerakan ini bisa diterapkan secara luas di berbagai daerah,” tegasnya.
Langkah ini juga sejalan dengan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan yang menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global.
Sebagai informasi, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, telah menginstruksikan seluruh kader, baik di eksekutif maupun legislatif, untuk menggerakkan penanaman berbagai komoditas alternatif pengganti beras, seperti jagung, singkong, sorgum, hingga porang.