Pemprov Kaltim Matangkan Skema Kerja Sama Pengelolaan Mal Lembuswana
Penulis: Akmal Fadhil
1 jam yang lalu | 0 views
Kepala BPKAD Kaltim, Muzakkir saat ditemui awak media. (Presisi.co/Akmal).
Samarinda, Presisi.co — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) tengah mematangkan langkah strategis dalam pengelolaan Mal Lembuswana.
Kepala BPKAD Kaltim, Muzakkir, menegaskan bahwa proses penataan masih berada pada tahap identifikasi dan evaluasi menyeluruh.
Menurut Muzakkir, aset tersebut nantinya akan sepenuhnya diserahkan terlebih dahulu kepada pemerintah daerah sebelum diputuskan skema pengelolaan lanjutan.
“Setelah diserahkan, kita akan lakukan penutupan sementara (close) untuk evaluasi. Baru setelah itu dibuka kembali dengan skema pengelolaan yang paling tepat,” ujarnya Rabu 1 April 2026.
Saat ini, proses penghitungan nilai aset, termasuk unit ruko di kawasan Mal Lembuswana, masih diverifikasi.
Pemerintah ingin memastikan nilai yang tercatat benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Nilai tiap ruko berbeda-beda, jadi harus dicek ulang. Jangan sampai terjadi penyusutan atau justru peningkatan yang tidak terdata dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kajian tersebut melibatkan Biro Ekonomi serta instansi terkait lainnya untuk mendapatkan gambaran komprehensif, termasuk potensi keuntungan dalam beberapa tahun ke depan.
Secara prinsip, pemerintah daerah menilai aset ini tetap memiliki prospek yang menguntungkan karena dibangun di atas lahan milik pemerintah.
Terkait skema pengelolaan, Muzakkir membuka sejumlah opsi. Selain melalui mekanisme kompetisi terbuka, pengelolaan juga memungkinkan melibatkan perusahaan daerah (Perusda) sebagai perpanjangan tangan pemerintah.
“Perusda bisa menjadi pengelola, kemudian bekerja sama dengan pihak profesional melalui skema tripartit. Dengan begitu, perputaran ekonomi bisa lebih cepat,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan Perusda dinilai strategis karena tetap menjaga kontrol pemerintah terhadap aset, sekaligus memberi fleksibilitas dalam pengembangan bisnis.
Dalam menentukan pengelola ke depan, pemerintah juga menekankan pentingnya inovasi.
Lokasi Mal Lembuswana yang dinilai sangat strategis membutuhkan konsep pengelolaan yang mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Harus ada ide kreatif dan konsep kekinian agar daya tarik meningkat dan berdampak pada pendapatan yang lebih besar,” tegas Muzakkir.